Lebaran Hari ke Tiga, Banjir Bandang Hantam Warga Nelayan Blimbing Paciran

Air setinggi 1 meter genangi jalan dan rumah warga serta Pasar Blimbing Paciran Lamongan. FOTO:SP/IST

SURABAYA PAGI, Lamongan - Keprihatinan perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini ditengah pandemi belum juga hilang, warga di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Lamongan, kembali prihatin karena dikejutkan dengan banjir bandang yang memporak-porandakan lingkunganya pada Selasa (26/5/2020). 

Banjir bandang dengan ata - rata ketinggian air sampai 1 meter lebih tersebut menerjang wilayah padat penduduk karena derasnya hujan yang melanda di wilayah hulu Solokuro dan sekitarnya tersebut, terjadi bersamaan dengan pasangnta air laut.

Praktis banjir tersebut, masyarakat yang ada di kampung Kebonsari, Sidokumpul, Semangu, Kampung Padar dan Padek tidak bisa menjalankan aktivitas normal, mereka ramai-ramai menyelamatkan diri dari amukan air yang datang disaat masyarakat sebagian besar tertidur lelap.

Banjir bandang kali ini terparah dalam beberapa tahun terakhir ini. Selain rumah warga, juga terdapat puluhan tempat ibadah, masjid , musholla, lembaga pendidikan seperti SMA Muhammadiyah serta Pasar Baru Blimbing juga tergenang. 

Ketua Nelayan Blimbing, Nurwchid didampingi Dewan Pembina Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI) Cabang Lamongan, Muchlisin Amar mengatakan, banjir bandang yang dialami warga Blimbing terjadi setiap tahun. "Langganan, ketika air laut pasang terjadi banjir dan surutnya juga cukup lama, " katanya.

Praktis banjir bandang ini mengganggu aktifitas warga, tempat tempat ibadah ,masjid, musholla, tidak dapat digunakan untuk sementara. Apalagi pasar yang biasanya cukup ramai, juga berhenti total. Banyak barang dagangan yang tidak bisa diselamatkan karena tenggelam. "Kan kejadiannya masih suasana Idul Fitri, masih banyak toko di pasar yang tutup, " katanya.

Banjir bahkan mulai dari Bongris, Kebonsari, Niaga 1 - 3, Semangu, Taruna, Kauman, Grenjeng dan Gowah.Ratusan rumah di kelurahan ini masih terendam banjir yang bercampur lumpur. Pasalnya, air banjir tak bisa langsung surut karena kondisi air laut masih pasang.

Selain pemukiman warga, banjir ini juga merendam jalan raya pantura Lamongan. "Sungai yang ada di sekitar perkampungan tidak bisa menampung air sehingga meluber hingga ke pemukiman warga," kata Mahfud, warga Blimbing lainnya.

Sementara, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin mengatakan banjir yang terjadi di Kelurahan Blimbing ini karena tingginya intensitas hujan dan bersamaan air laut pasang sehingga air tidak bisa langsung turun ke laut. "Kami saat ini sudah di lokasi," kata Muslimin.

Saat ini masyarakat masih sibuk menyelematkan barang - barangnya. Datangnya air pada dini hari diakui warga membuat mereka tidak sempat untuk menyelamatkan barang - barangnya dari gelontoran air bah, akibat air laut pasang dan hujan deras.

Secara terpisah Kepala Dinas Perikanan Lamongan, Heru Widi yang juga Koordinator Percepatan Penanganan Covid -19 meminta agar masyarakat Blimbing yang notabanenya pekerja sebagai nelayan bersabar dalam menghadapi musibah banjir ini. "Tetap disiplin mengikuti petunjuk pemerintah dalam menanggulangi pandemi virus Corona - 19 sampai saat ini, " katanya.jir