MA, Komunikasi Efektif dan 'Sumber Daya'nya Komplit

Pengamat politik Surokim Abdussalam

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Dua pengamat politik Surokim Abdussalam dan Ali Sahab, kepada Surabaya Pagi, Kamis (9/7/2020) mengungkapkan, bahwa komunikasi politik Machfud Arifin sangat berhasil dalam memastikan partai-partai pengusung berjumlah delapan partai ini. Bahkan, selain komunikasi efektif, sumber daya mantan Kapolda Jatim ini dinilai paling lengkap.

"Itu berarti komunikasi politiknya berjalan lancar dan efektif. Dengan berhasil menggandeng delapan partai tersebut, berarti pak MA terbukti cair saat melakukan komunikasi dengan partai koalisinya," ujar Surokim kepada Surabaya Pagi, Kamis (9/7/2020)

Menurutnya, salah satu faktor yang membuat kedelapan partai tersebut mau untuk berkoalisi adalah persamaan visi dan misi dengan pihak MA. "Saya rasa karena mereka satu frekuensi dengan MA. Selain itu, mereka juga pasti mempunyai visi dan misi yang sama sehingga mau bergabung dengan koalisi MA," katanya.

Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura ini juga menjelaskan jika MA seharusnya menjaga soliditas koalisinya sehingga mampu mengumpulkan suara yang besar pada Pemilihan Walikota Surabaya mendatang. "Tugas pak MA tidak hanya mengumpulkan partai-partai tersebut saja. Karena pemilihan ini bersifat langsung, pak MA harus menjaga soliditas partai koalisinya," jelas Surokim.

Dirinya juga menambahkan jika koalisi ini menjadi modal awal yang signifikan bagi MA untuk menyongsong Pilwali Surabaya mendatang. "Dengan langkahnya mampu menggandeng delapan partai ini, menurut saya ini adalah modal yang signifikan bagi MA," pungkasnya.

Terpisah, Pakar Politik asal Universitas Airlangga, Ali Sahab berpendapat jika Machfud Arifin (MA) mempunyai "sumber daya" yang paling lengkap sehingga mampu menggandeng delapan partai untuk berkoalisi.

"Saya kira MA resources-nya yang paling komplit. Sehingga dia bisa menggandeng delapan partai tersebut selain mampu menggalang isu bersama," ujar Ali Sahab kepada Surabaya Pagi, Kamis (9/7/2020).

Ali mengungkapkan jika latar belakang MA sebagai mantan Kapolda bisa jadi menjadi salah satu pertimbangan partai politik untuk merapat ke dalam koalisinya. "Track record sebagai mantan Kapolda memang jadi salah satu pertimbangan partai selain modal politik yang kuat. Karena tidak mudah mendapatkan rekom dari kedelapan partai politik tersebut," kata Ali.

Pakar Politik asal Unair ini juga menjelaskan jika MA harus giat menggerakkan relawan hingga tingkat bawah. Hal itu dikarenakan dengan koalisi yang besar, juga membutuhkan usaha yang lebih keras untuk menjalankan mesin partai.

"Koalisi besar juga butuh usaha yang keras untuk menjalankan mesin partai, namun yang lebih penting adalah MA harus menggerakkan relawan sampai tingkat bawah," jelasnya

Untuk sementara MA mempunyai potensi besar memenangkan pilwali dengan belum turunnya rekom calon dari PDIP. Walaupun menurut beberapa data survey elektabilitas MA masih dibawah Wisnu Sakti. Tetapi dengan lambatnya turunnya rekom PDIP akan menjadi kerja keras di Pilwali. n adt