•   Jumat, 3 April 2020
Peristiwa Politik

Machfud Arifin, Masih Bingung Cari Wakilnya

( words)
Machfud Arifin


SURABAYA PAGI, Surabaya - Meski mendapat dukungan lima partai politik (parpol) pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2020, Machfud Arifin masih terlihat terus “bergerilya”. Partai Golkar pun berpotensi menyusul lima parpol yang lebih dulu mendukung ke mantan Kapolda Jatim itu, yakni PKB, PAN, Gerindra, Demokrat dan PPP. Sedang dengan Nasdem, belum adadeal meski Machfud Arifin telah menemui elit parpol bentukan Surya Paloh ini. Di tengah “gerilya” itu, ternyata koalisi besar ini mulai kasak-kusuk. Pasalnya, parpol pendukung mengincar posisi calon wakil walikota (Cawawali) pendamping Machfud Arifin. Akankah rebutan posisi cawawali ini bakal membuat koalisi ini konflik? Di sisi lain, PDI Perjuangan (PDIP) sebagai parpol ‘penguasa’ sudah menyiapkan amunisi menghadapi koalisi pengusung Machfud Arifin.
----------

Dari kalkulasi kasar, Parpol pendukung Machfud Arifin sudah lebih dari cukup untuk menghadapi PDIP yang memiliki 15 kursi di DPRD Kota Surabaya. PKB memiliki 5 kursi, Gerindra (5 kursi), Demokrat (4 kursi), PAN (3 kursi) dan PPP (1 kursi). Jadi totalnya 18 kursi.

Jika Golkar ikut gerbong ini, posisi Machfud Arifin makin kuat. Sebab, partai berlambang beringin memiliki 5 kursi. Jika ditambahkan Golkar, posisinya menjadi 23 kursi.

Poros ketiga memang berpotensi terbentuk, jika Partai Nasdem tidak bergabung ke koalisi Machfud Arifin (MA) maupu ke PDIP. Nasdem memiliki 3 kursi di DPRD Surabaya. Jika partai ini mendukung ke MA atau berkoalisi dengan PDIP, hampir pasti pasangan calon hanya dua. Sebab, parpol di DPRD hanya menyisakan PKS yang hanya memiliki 5 kursi dan PSI 4 kursi. Jika keduanya koalisi belum cukup syarat mengusung pasangan calon, karena masih kurang 1 kursi.

Namun jika Nasdem, PKS, dan PSI bergabung, makan akan terbentuk poros baru. Namun koalisi tiga parpol ini juga diragukan, mengingatplatform PKS berbeda dengan Nasdem maupun PSI. Melihat peta ini, tak heran jika Machfud Arifin “merayu” Nasdem agar bergabung dengan koalisi yang mendukungnya. Seperti pertemuan yang dilakukan MA bersama elit Nasdem di Jakarta.

Lobi Golkar
Upaya mendapat rekom dukungan dari semua parpol, makin gencar dilakukan Machfud Arifin. Seperti terlihat Sabtu (1/2) malam di Kantor DPD Partai Golkar Surabaya. Menariknya, mantan Kapolda Jatim ini menyerahkan hasil survei kepada Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Blegur Prijanggono. Meski Golkar belum memberikan dukungan resmi, namun kabar yang beredar partai ini menyodorkan kadernya sebagai pendamping Machfud Arifin di Pilwali Setember nanti. Benarkah?

Dikonfirmasi terkait ini, Blegur Prijanggono mengakui Golkar semakin mantap untuk mendukung Machfud Arifin yang visi misinya sama dengan Golkar yang ingin membangun Surabaya lebih maju lagi. “Tapi kami akan tetap melakukan sesuai arahan DPP. Dan hari ini, Pak Machfud menyerahkan hasil surveinya kepada DPD Partai Golkar Surabaya dan nanti akam kami kirim ke DPP, ” ucap Blegur.

Apa ini berarti hanya nama Machfud Arifin saja yang dikirim ke DPP? Blegur mengaku tidak. Dia menjelaskan , bahwa untuk menetapkan bacawali Golkar punya mekanisme. Yakni melakukan penjaringan calon. Lalu, setiap calon yang ingin maju lewat Partai Golkar harus melakukan survei untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitasnya.

Untuk keperluan tersebut, lanjut Blegur, DPP telah menunjuk 10 lembaga survei untuk menyurvei calon dari Partai Golkar. ” Kebetulan Pak MA ini sudah melakukan survei. Sehingga tugas saya melaporkan survei yang sudah bagus itu ke DPP,” tandas Blegur yang juga anggota DPRD Jatim ini.

Blegur mengatakan bahwa ada tiga nama kandidat bakal calon yang tengah dikantongi oleh DPD Golkar Kota Surabaya. Ketiga nama ini diperoleh dari hasil penjaringan Golkar. Sayangnya, dari tiga nama itu ada satu nama yang masih dirahasiakan Golkar. “Ada nama kader internal Gus Hans, pak Machfud Arifin, dan satu lagi,“ pungkas Blegur.

Sinyal Sandiaga Uno
Mantan Cawapres 2019, Sandiaga Uno melihat peta politik di Pilwali Surabaya 2020 masih cair. Ia memberi sinyal peluang dr. Gamal Albinsaid yang mendaftar Bacawali melalui Gerindra. Namun dari hasil penjaringan Gerindra pun, Gamal hanya menempati urutan keempat yang diusulkan ke DPP. Masih di bawah Machfud Arifin, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans (tokoh muda Nahdlatul Ulama), serta Hariyanto (advokat/Ketua Peradi Surabaya).

“Mas Gamal saya bilang: Terus! Jangan mematok-matok harus jadi ini, harus jadi ini, tapi dia harus membangun kepercayaan di kalangan warga Surabaya,” kata Sandiaga saat berkunjung ke Surabaya, kemarin (1/2/2020).

Dia mencontohkan dirinya saat berkontestasi di Pilgub DKI Jakarta 2017. Semula, Sandiaga maju sebagai bakal calon gubernur tapi akhirnya menjadi wakil gubernur, mendampingi Anies Baswedan. “Gamal itu juru bicara saya, dan saya sangat kagum sosok anak muda, yang di usia relatif belia sudah mendapat penghargaan dan pengakuan secara internasional,” kata Sandiaga menyatakan dukungannya ke dokter Gamal. Dukungan ini memantik pertanyakan, apakah dokter Gamal akan diusulkan Gerindra sebagai Cawawali Machfud Arifin?

Jika benar, ini menguatkan kasak-kusuk parpol pendukung MA ingin menempatkan “orang”-nya untuk diduetkan dengan MA. Sebelumnya,
PKB juga mengincar posisi calon wakil. Salah seorang kader disebut-sebut bakal disodorkan PKB adalah Badrut Tamam, Sekretaris DPW PKB Jatim yang juga Bupati Pamekasan.

Dua Syarat MA
Menanggapi ini, Ketua Tim Sukses Machfud Arifin, Miratul Mukminin atau Gus Amik mengatakan, selama ini banyak tokoh dari kalangan akademisi, santri hingga birokrat yang ingin berpasangan dengan Machfud Arifin di Pilwali Surabaya 2020. “Jadi koalisi pengusung dari beberapa partai yang sudah bersama kita sepakat bahwa untuk pendamping atau calon wakil wali kota semuanya diserahkan ke beliau (Machfud Arifin), meskipun semua partai boleh mengusulkan siapa saja," ujar Gus Amik di sela pertemuan Machfud Arifin dengan pengurus PPP pada saat menghadiri Rapimcab PPP Surabaya, Minggu (2/2/2020).

Gus Amik menambahkan, Machfud Arifin hanya memberikan speknya saja atau kriteria bacawawali Surabaya yang akan digandengnya. "Kriterianya hanya ada dua. Satu, yang bisa ikut mengangkat suara, tidak nggandoli (memberatkan). Kedua tidak nyerimpeti (menghalangi). Maksudnya tidak nggandoli, ketika proses pencalonan sampai nanti selesai, justru jangan malah membuat suara menjadi turun. Tapi ikut mendongkrak suara," papar dia.

"Kedua, kalau misalnya selesai, sukses, ketika bersama-sama, sudah jangan nyerimpeti. Itu sudah dijabarkan kepada teman-teman partai," tambahnya menegaskan.

Potensi Cawawali MA
Sementara itu, peneliti senior Surabaya Survei Center (SSC) Surokhim Abdussalam mengungkapkan nama seperti Wishnu Sakti Buana, Eri Cahyadi, dan Armuji berpotensi menjadi lawan Machfud Arifin di Pilwali Surabaya 2020. Sayangnya, PDIP belum mengungkapkan rekomendasinya untuk Pilwali Surabaya.

Mengenai posisi cawawali yang mendampingi Machfud Arifin, Surokhim berpendapat bahwa ceruk pemilih milenial sangat tinggi pada perhelatan Pilwali Surabaya 2020. Oleh sebab posisi wakil juga harus bisa mendulang suara, maka pilihan sosok milenial adalah hal yang tepat. Menurut Surokhim, nama-nama tokoh milenial yang beredar seperti Presiden Persebaya Azrul Ananda, Zahrul Azhar Asumta As’ad (Gus Hans) dan Bayu Airlangga (politisi Demokrat dan menantu Pakde Karwo), berpotensi mendampingi Machfud Arifin.

Hanya saja, sebetulnya masih banyak nama-nama lain yang berpeluang. Sedang Azrul sudah menyatakan tidak ingin maju di Pilwali Surabaya, meski mendukung Machfud Arifin. "Dari birokrat maupun teknokrat itu berpeluang. Kan banyak pengusaha-pengusaha muda di Surabaya. Hanya saja, sepertinya mereka masih malu-malu mau terjun ke
Politik," papar Surokhim. n alq/rga

Berita Populer