Malaysia Catat 172 Kasus Baru Corona, Imigran Ilegal Paling Banyak

Petugas saat melakukan penyemprotan disinfektan kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Malaysia di Pangkalan TNI-AU (Lanud) Soewondo Medan Polonia pada Jumat (10/4). SP/ Antara

SURABAYAPAGI.com, Malaysia - Otoritas Malaysia melaporkan 172 kasus baru virus Corona (COVID-19), dengan sebagian besar kasus muncul dari para imigran ilegal yang ditangkap dan kini ditahan di rumah-rumah tahanan. Total kasus virus Corona di Malaysia kini melampaui 7.400 kasus.

Lebih dari 700 pekerja imigran dan pengungsi yang masuk Malaysia secara ilegal Jumat kemarin ditahan saat Malaysia melakukan pengetatan perjalanan untuk mencegah penularan virus Corona.

Mereka ditangkap dalam penggrebekan di Kuala Lumpur di mana ribuan pekerja migran dan pengungsi tinggal.

Lokasi penggrebekan itu dekat dengan tiga gedung yang dikenakan lockdown ketat pada April lalu setelah jumlah kasus virus Corona meningkat tajam. Sekitar 9 ribu orang tinggal di tiga gedung yang sebagian besar dihuni perempuan asing, dan 235 di antaranya positif terinfeksi virus Corona.

Human Rights Watch dan Asia Pacific Refugee Rights Network menjelaskan lebih dari 700 pekerja imigran dan pengungsi termasuk anak-anak ditahan aparat berwenang Malaysia.

Kementrian Kesehatan Malaysia (KKM) menyatakan sebanyak 38 warga negara Indonesia (WNI) dari 227 warga negara asing yang ada di tiga Depo Tahanan Imigrasi (DTI) dinyatakan positif COVID-19.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (26/5/2020), Direktur Jenderal Kesehatan pada Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah, mengumumkan bahwa dengan adanya 172 tambahan kasus, maka kini total 7.417 kasus virus Corona terkonfirmasi di Malaysia.

Disebutkan Dr Noor Hisham bahwa lima kasus baru merupakan kasus impor atau penularan di luar negeri, sedangkan 167 kasus lainnya merupakan penularan lokal. Dari 172 kasus baru, sebagian besar merupakan warga negara asing (WNA) yang ditangkap karena menjadi imigran ilegal di Malaysia

"(Dari penularan lokal) Sebanyak 159 kasus adalah warga negara asing, termasuk 112 kasus yang terdeteksi di tiga Depot Tahanan Imigrasi, dan hanya delapan orang merupakan warga negara Malaysia," sebut Dr Noor Hisham.

Puluhan imigran ilegal yang ditahan di Malaysia terinfeksi virus Corona dalam beberapa hari terakhir, sehingga memicu pemerintah meluncurkan program tes massal di fasilitas-fasilitas tahanan imigrasi. Dalam pernyataannya, Dr Noor Hisham memastikan bahwa situasi di tiga pusat tahanan imigrasi, yakni di Sepang, Bukit Jalil dan Semenyih, bisa dikendalikan.

"Berbagai aktivitas pencegahan dan pengendalian telah dilakukan, sebagai contohnya adalah disinfeksi, pendidikan kesehatan seperti kebersihan pribadi, mencuci tangan dengan air dan sabun secara rutin juga menekankan social distancing," ujarnya.

Diumumkan juga bahwa 34 pasien dipulangkan dari rumah sakit dalam 24 jam terakhir, setelah dinyatakan sembuh dari virus Corona. Dengan demikian, total 5.979 pasien virus Corona di Malaysia sudah dinyatakan sembuh. Ini berarti angka kesembuhan di Malaysia kini mencapai 80.6 persen dari total kasus positif. (antara/dc/tmp/cna/cr-04/dsy)