•   Sabtu, 11 April 2020
SGML

Manfaatkan Trotoar Untuk Berjualan, PKL Ditertibkan

( words)
Pol PP lamongan saat melakukan penertiban terhadap PKL yang memanfaatkan Trotoar untuk berjualan. (SP/ MUHAJIRIN KASRUN)


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di trotoar di Lamongan pada pagi hingga jelang sore, harus semburat berlarian kucing-kucingan, menyusul penertiban yang dilakukan Satpol PP terhadap pedagang yang memanfaatkan trotoar untuk berjualan Senin (12/2/2018). Penertiban pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan ini, seperti yang disampaikan oleh Bambang Yustiono, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Lamongan, sebagai tindakan tegas, setelah sebelumnya telah diberikan sosialisasi atas larangan memanfaatkan trotoar untuk berjualan pada pagi hari hingga jelang sore. "Kami ingin mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki, kalau masih saja ada yang bandel, tentu kami akan tindak tegas," ujarnya. Disebutkan olehnya, dalam penertiban kali ini ada beberapa titik jalan yang digunakan untuk berjualan telah ditertibkan, diantaranya penertiban di Jalan Kombes Pol M Duriat, Alun-alun, Jalan Kusuma Bangsa, dan di sekitar Pasar Burung. “Intinya seluruh PKL yang menempati trotoar akan kita tertibkan," ungkap Bambang, panggilan Bambang Yustiono. Dan PKL yang menempati trotoar di beberapa titik tersebut Pol PP menegaskan mulai hari ini dan seterusnya tidak boleh menempati trotoar. "Jika ada yang masih nekad, kita akan melakukan tindakan tegas, diantara mengangkut peralatanya,” tegas Bambang. Terpisah Direktur Lamongan Watch, Shobikin Amin, menyambut baik adanya penertiban PKL tersebut. Hanyan saja dalam penertiban ini pihaknya berharap ada solusi, mengingat selama ini PKL bekerja hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk untuk membiayai anak-anaknya yang bersekolah. "Kami sepakat adanya penertiban karena sesuai fungsinya trotoar untuk pejalan kaki, namun harus ada solusi yang tepat untuk penjualnya," katanya, sambil meminta para PKL untuk tidak direlokasi ke tempat yang jauh dari pembeli hingga menyebabkan pendapatan mereka turun drastis atau bahkan mereka malah merugi atau gulung tikar sehingga mereka tidak bisa membiayai sekolah anak-anaknya.jir

Berita Populer