•   Jumat, 13 Desember 2019
Ekonomi China

Mapan Bumi Sambut Pemimpin Milenial

( words)
Majelis Pandita Buddha Maithreya menggelar acara ’Persamuan Agung Luar Biasa Mapan Bumi’ di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Minggu (1/12) malam.


SDM Unggul Mapan Bumi Maju menjadi tema persamuan kali ini. Acara dihadiri oleh para Pandita, Ketua Umum Mahayana Indonesia, Suwito, Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha, Caliadi SH.MH, serta para ketua majelis.
Wartawan SurabayaPagi, Arlana

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Persamuan Agung Luar Biasa merupakan agenda lima tahunan. Kegiatan tersebut membahas rencana kerja dan evaluasi hasil kerja semua bidang dalam lima tahun terakhir. Termasuk AD/ART serta arah program kerja.

"Apakah semua proker sudah sesuai yang diharapkan sesuai perkembangan yang terjadi atau belum," terang Arief Harsono, Ketua Mapan Bumi.

Masing-masing wilayah menyampaikan hasil dan progress. Tahun ini, Mapan Bumi lebih banyak membahas sumber daya manusia.

Generasi muda dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan di era digital dengan kondisi yang ekstrem. Terlebih, digitalisasi membuka peluang baru yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Aplikasi digital menjadi kebutuhan semua masyarakat.

Oleh karena itu, persamuan agung juga bertujuan mempersiapkan pemimpin baru Agama Buddha. Regenerasi milenial sangat dibutuhkan dalam Mapan Bumi.

"Tentu gaya milenial berbeda dengan kita yang senior, tapi itu suatu keniscayaan," tambahnya.

Ia menegaskan, Presiden RI Jokowidodo adalah contoh nyata pemimpin yang demokratis. Terbukti, banyak pemimpin milenial muncul. Maka dari itu, pemimpin milenial seharusnya menempati posisi strategis dalam organisasi. Mapan Bumi siap menyambut perubahan.

Kepemimpinan dengan gaya partisipatif, tidak sekedar memberi perintah tapi mengajak semua anggota Mapan Bumi aktif serta.

"Ide kreatif dari milenial Buddha, Mapan Bumi harus memiliki SDM unggul agar lebih maju. Kita harus legawa memiliki pemimpin millenial sesuai dengan kondisi kebutuhan saat ini," urai Arief.

Berita Populer