•   Rabu, 11 Desember 2019
Peristiwa Hukum

Marathon, Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris Di Nusukan Solo

( words)
aparat keamanan melakukan penjagaan saat proses penggeledahan rumah terduga teroris di Nusukan, Solo


SURABAYAPAGI.COM, Solo –Setelah melakukan aksi penggeledahan di rumah terduga teroris ustad JM di Pajang, tim Densus 88 Antiteror langsung berpindah ke rumah terduga teroris lain.

Sebuah rumah yang berlokasi di kampung Nayu Timur RT 4 RW 18 kelurahan Nusukan kecamatan Banjarsari Solo, menjadi tujuan penggeledahan selanjutnya oleh tim Densus 88 pada Senin (18/11)

Tim Densus 88 dibantu Polres Surakarta melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris berinisial JDL. Dari penggeledahan di rumah tersebut, Densus 88 hanya menemukan ponsel dan sejumlah dokumen yang kemudian dibawa untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Penggeledahan yang dilakukan di rumah JDL lebih singkat dari penggeledahan sebelumnya sebelumnya yang memakan waktu satu jam. Penggeledahan di rumah JDL hanya berlangsung selama 30 menit kemudian Densus 88 langsung pergi meninggalkan lokasi dengan membawa sejumlah barang dengan dibungkus plastik hitam.

Berdasarkan penuturan warga sekitar yang bernama Karto, terduga teroris yang berinisial JDL bukan warga asli, melainkan pendatang dari Surabaya, Jawa Timur.

Dia ditangkap oleh polisi di pinggir jalan kampung Nayu Timur Nusukan Senin pagi, saat mengendarai sepeda motor Vega warna hitam.

“JDL ini, pendatang. Dia tinggal di kampung ini, karena menikah dengan warga setempat,” katanya.

Bambang Sujono (65) ketua RT setempat mengatakan awalnya ia mendapat laporan dari polisi bahwa salah satu warganya ditangkap oleh Densus 88, namun tidak mengatahui atas kasus apa. JDL sudah ditangkap dan diamankan oleh polisi di jalan Nayu Timur pada Senin pagi.

“Saya melihat sebagai saksi tidak ada barang yang berbahaya seperti bahan untuk membuat bom. Yang bersangkutan merupakan pendatang dan tinggal disini bersama istri, anaknya, mertua dan adiknya ipar laki-laki. Yang bersangkutan bukan warga kampung sini. Namun, dia tinggal disini karena menikah dnegan warga setempat, ika yanti.” Ungkap Bambang.

Berita Populer