•   Rabu, 18 September 2019
Kriminal

Margomulyo Rawan Jambret, Pasutri Hampir Jadi Korban

( words)
Ilustrasi


SURABAYAPAGI.com - Aksi pelaku jambret di Surabaya nampaknya belum benar-benar reda. Setelah dua sejoli yang menjadi korban penjambretan hingga tersungkur, Jumat (21/3) dini hari di jalan Gubernur Suryo Surabaya, Sabtu (23/3) sekitar pukul 22.00 WIB, sepasang suami istri nyaris menjadi korban aksi penjambretan di jalan Margomulyo Surabaya.
Hal itu dibeberkan seorang perempuan di media sosisal Facebook bernama Yee Yen. Saat itu ia menceritakan kronologi singkat, ia dan suaminya menjadi korban percobaan penjambretan di komplek pergudangan tersebut. Sambil memberi pesan waspada kepada teman-temannya.
"Teman2.. saudara2
Hati2 bila melewati jalan margomulyo surabaya di atas jam 9 mlm. Hati2 bila membawa barang... Sebaiknya tas di taruh di depan ato menempel pada badan. Sy hampir di jambret saat melewati jalan itu... Alhmdllh...sy msi di lindungi ALLAH SWT.sy sempat melihat motor yg di pakai org itu" tulis seorang perawat tersebut.
Surabaya Pagi pun mencoba menggali informasi lebih jauh terkait bagaimana ia nyaris menjadi korban penjambretan.
"Saat itu saya antar teman suami ke Perak, dari situ mau pulang lewat Margomulyo. Tas saya tiba-tiba ditarik dari arah samping kanan, karena kebetulan tas saya selempang. Beruntung gak dapat. Kami sempat kejar, tapi terhalang truk kontainer. Kalau tidak ada truk, pasti dia (terduga pelaku) tertangkap," bebernya.
Menurut Yee Yen, terduga pelaku itu beraksi sendiri, menggunakan motor Vario hitam sebagai sarana. Meski nasib Yee Yen masih beruntung dibanding korban jambret Jumat lalu, ia tentu merasakan trauma.
Ia juga tak melaporkan kejadian tersebut ke polisi, karena barang bawaannya tak berhasil digasak si jambret. Yee Yen berharap aparat kepolisian terus berupaya maksimal mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan jalanan. "Pak Polisi harap bisa patroli di lokasi-lokasi rawan. jangan sampai banyak korban penjambretan," pintanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan jika pihaknya terus berupaya optimal dengan memperbanyak titik kring serse baik dari Unit Resmob, Jatanras ataupun Reskrim Polsek Kewilayahan.
"Ini menjadi warning, kami akan optimal. Tetapi kami juga meminta kepada masyarakat agar melindungi diri sebagai langkah pertama untuk tidak mengundang perhatian pelaku kejahatan. Misalnya, tas harus ditutup jaket dan jangan sampai diselempangkan begitu saja. Atau, bisa taruh tas di bagasi motor," imbau Sudamiran.n fir

Berita Populer