Masa Covid-19 pun Masih Ada Tawuran Gangster

Polisi memberikan pembinaan kepada para pemuda yang tertangkap hendak tawuran. SP/tyan

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Meskipun masih dalam momen lebaran dan pandemi virus Corona (Covid-19). Ternyata masih ada perkelahian antar dua gengster di Surabaya. Beruntung perkelahian antar dua gangster itu bisa diredam tim Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Dua geng yang hendak tawuran itu yakni Geng Pinggir Kuburan dan Geng Republik Pemuda Santai, bisa diamankan dan diredam anggota Raimas, Satbhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya di wilayah Bulak Rukem, Kenjeran, Selasa (26/5/2020) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Kasat Sabhara Polres Tanjung Perak AKP Windu menjelaskan, petugas Sabhara yang melakukan patroli kewilayahan dan juga patroli Kampung Tangguh mendapat informasi jika ada segerombol kelompok geng yang akan mengadakan tawuran. Atas dasar informasi tersebut petugas langsung menuju lokasi kejadian yang berada di pinggir kuburan daerah makam Bulak Rukem Surabaya dan membubarkan. 

Dalam aksi tersebut, petugas berhasil mengamankan setidaknya 7 orang remaja anggota gangster. Mereka diamankan karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam). "Ada tujuh anggota Geng yang bersenjata dapat kita amankan," sebut AKP Windu, Selasa (26/5/2020).

“Mereka berinisial, NRA (15), warga Bulak Rukem Timur, MAS (14), warga Lebak rejo II,TKP (18), warga Bulak banteng Gg Garuda, NA (15 ), warga kalilom lor indah Gg seruni, AS (14), Warga Kalilom lor indah Gg seruni, ARP (16), warga Kapas Gading Madya dan DP (15), warga Kapas Gading Madya surabaya.” tambahnya.

Selain mengamankan para remaja, petugas juga mengamankan barang bukti  berupa 1 buah Samurai, 1 buah celurit, 1 buah ger sepeda, 1 buah pisau, dan 2 buah botol yang akan dibuat bom molotov.

Ketujuh pemuda tersebut selanjutnya dibawa ke Mapolres Tanjung Perak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara, ND salah satu anggota Geng Pinggir Kuburan mengaku diajak oleh ketua Geng AS, janjian tawuran di Bulak Rukem dini hari yakni pukul 24.00 wib, melalui grup WA.  "AS nyebar di grup WA ngajak tawuran, kemudian lainnya ikut-ikutan," aku ND pemuda asal Bulak Rukem ini.

Setelah diperiksa, para pemuda tersebut diminta untuk membuat surat pernyataan dan memanggil orang tuanya.  "Semuanya membuat surat pernyataan tidak mengulang, dan jika dilanggar maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku," tutup AKP Windu. jem/tyn