•   Minggu, 15 Desember 2019
Traveling

Masih Ada yang Pakai Bahasa Kong Hu

( words)
Aktivitas warga keturunan Tionghoa yang bermukim di kawasan Pecinan Tambak Bayan, Surabaya. Foto Sp/Arlana


Potet Kampung Tambak Bayan, Kampung Pecinan di Surabaya

Kampung Tambak Bayan merupakan kampung pecinan yang terletak di Kota Surabaya. Hampir seluruh warganya beretnis Tionghoa. Tambak Bayan terdiri dari gang-gang sempit yang lebarnya kurang dari satu meter. Rumah-rumah sederhana dengan lebar tak lebih dari 4 meter berada di samping kiri dan kanan. Arsitektur lawas pun masih kental terasa dari masing-masing rumah.

Wartawan SurabayaPagi, Arlana

SURABAYAPAGI.COM, -Di setiap sudut gang terdapat ornamen-ornamen yang kental akan kebudayaan etnis Tionghoa. Seperti lukisan-lukisan disetiap tembok gang yang menggambarkan akan nuansa negeri tirai bambu. Memiliki corak berwarna merah yang identik dari negeri china, ornamen-ornamen seperti lampion juga masih digantung dibeberapa titik, serta bingkai-bingkai dari leluhur mereka juga masih terpajang rapi disetiap rumah masing-masing.

Meiyen salah satu warga di kampung tambak bayan mengungkapkan bahwa sejak kakek neneknya dulu sudah tinggal disini. Berasal dari Kwang Tung Meiyen dan keluarganya kini tinggal di kampung Tambak Bayan bersama kakak dan keponakannya karena beberapa keluarganya kini sudah tidak tinggal disini.


Image

Warga Tionghoa yang telah mendiami kawasan Tambak Bayan mulai dari tahun 1930 ini, sebagian besar berprofesi sebagai tukang kayu. Meski tinggal di lingkungan yang kecil, warga Tambak Bayan yang berjumlah tak sampai 100 Kepala Keluarga tersebut mampu menjaga kerukunan antar warganya.

Sampai saat ini kawasan Tambak Bayan sudah menjadi destinasi wisata tersendiri bagi para pelancong yang mengunjungi Kota Pahlawan ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bangunan peninggalan sejarah dan beberapa mural yang menghiasi kamping pecinan tersebut.

"Dulu rata-rata orang di sini pekerjaannya tukang kayu hampir semuanya, sekarang tinggal beberapa saja. Kebudayaan juga masih sangat kental karena kita menjaganya," kata Meiyen.

Meiyen juga menuturkan bahwa dulu warga di kampung Pecinan ini masih banyak uang menggunakan bahasa Kong Hu, yakni bahasa Tiongkok. Namun dengan perubahan jaman semakin sedikit warga yang menggunakan bahasa Kong Hu karena tergerusnya jaman.

Berita Populer