•   Selasa, 21 Januari 2020
Peristiwa Internasional

Masih Borong Minyak Iran, China Kena SP 3 AS

( words)
Kilang minyak SP/Okzn


SURABAYAPAGI.com - Konflik antara China dan Iran belum terselesaikan. Pasalnya, strategi-strategi perdamaian yang diterapkan untuk mengakhiri perselisihan ini masih membingungkan karena berbagai penawaran-penawaran perdamaian satu sama lain saling menolak.

Sehingga sampai saat ini konflik terus emmanas, bak pemanasan global, konflik tersebut kembali mencuat seiring China ikut nimbrung dalam hal pembelian minyak Iran.

Amerika yang tak terima dengan itu dan menganggap bahwa China melanggar ketentuan pembatasan yang diberlakukan pada minyak Iran. Akhirnya, Amerika Serikat memberi sanksi kepada BUMN energi milik pemerintah yakni China Zhuhai Zhenrong Co Ltd.

"Kami serius mengatakan bahwa kami akan menjatuhkan sanksi atas perilaku yang layak dikenakan sanksi," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam pidatonya di Florida.

Sanksi AS itu diluncurkan di tengah peningkatan ketegangan antara Iran dan Barat seria antara Amerika Serikat dan China, yang telah terlibat dalam perang dagang besar.

Pompeo mengatakan Zhuhai Zhenrong secara sadar telah terlibat dalam transaksi yang signifikan untuk membeli minyak mentah dari Iran setelah berakhirnya masa keringanan atas sanksi AS pada 2 Mei lalu.

“Setiap kesatuan yang menghindari sanksi kami mesti memperhatikan tindakan ¡ni han ¡ni,” kata Pompeo. “Itu menggaris-bawahi komitmen kami bagi permintaan tanggung-jawab rejim Iran.TM Kedutaan Besar China di Washington menolak pendirian AS tersebut.

Dia mengatakan sanksi tersebut berupa pemblokiran semua properti dan kepentingan Zhuhai Zhenrong di Amerika Serikat. Selain itu juga melarang kepala eksekutif Zhuhai Zhenrong yakni Youmin Li untuk masuk ke AS.

Pemerintahan Donald Trump telah meningkatkan sanksi terhadap Iran setelah melanggar perjanjian nuklir antara Teheran dan negara-negara Barat lainnya di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama.

Di sisi lain, sanksi AS tersebut tentunya menyulut respons dari China. "China dengan tegas menentang penerapan sanksi sepihak AS terhadap China dan negara-negara lain yang menerapkan hukum domestiknya," kata juru bicara kedutaan besar China.

"Kami mendesak AS untuk segera memperbaiki kesalahannya dan dengan sungguh-sungguh untuk menghormati hak dan kepentingan hukum dari pihak lain," lanjut pernyataan tersebut.

Berita Populer