•   Jumat, 15 November 2019
Gas Dan Bumi

Masih Nego Harga, Kesepakatanpun Tertunda

( words)
Ilustrasi kilang minyak SP/Trt


SURABAYAPAGI.com - Masih melakukan pembahasan valuasi kilang Cilacap, PT Pertamina (Persero) masih belum mengambil kesepakatan dengan Saudi Aramco terkait proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap.

Semula, valuasi ini ditargetkan rampung September ini, namun hingga saat Ini belum menemukan titik terang.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan valuasi masih terus dilakukan. Pertamina, kata Nicke sudah menunjuk valuator independen yang harapannya bisa menengahi perbedaan pandangan terkait besaran valuasi antara Pertamina dan Aramco.

"Masih belum selesai negosiasi harganya, valuasinya masih belum selesai kita sudah menunjuk pihak ketiga tetapi blm selesai kajiannya," ujar Nicke di JCC, Rabu (9/10).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati juga mengharapkan pembahasan terkair nilai valuasi ini bisa rampung pada akhir tahun.

“Betul ya kita tunggu saja hasilnya. Diharapkan tahun ini sudah selesai kita harapkan,” ujarnya saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menjelaskan Joint Venture Development Agreement (JVDA) diperpanjang sampai 31 Oktober 2019. "Perpanjangan karena evaluasi masih berjalan, kita lihat setelah evaluasi. Penyiapan data dan lain-lain, untuk hitung angka keekonomiannya," ujar Arcandra pekan lalu.

Tarik ulur soal nilai investasi Saudi Aramco, perusahaan minyak raksasa asal Arab, untuk membangun kilang Cilacap memang alot. Joint Venture Development Agreement (JVDA) antara Pertamina dengan Saudi Aramco mulanya akan berakhir di akhir Juni 2019.

Namun kesepakatan ini diperpanjang sampai akhir September 2019. Setelah diperpanjang sampai September, JDVA kembali diperpanjang lagi sampai Oktober.

Berita Populer