Masjid Baitul Fikri Untag Surabaya Bisa Tampung 1000 Jamaah

Drs. Bambang D.H., meresmikan renovasi pembangunan Masjid Baitul Fikri Untag Surabaya. Minggu (22/11/2020). SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI  

SURABAYAPAGI, Surabaya - Universitas 17 Agustus Surabaya rampungkan renovasi Masjid Baitul Fikri. Drs. Bambang D.H., selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya resmikan renovasi pembangunan. Minggu (22/11/2020).

Peresmian tersebut dilangsungkan dengan prosesi penandatanganan prasasti Masjid Baitul Fikri Untag Surabaya. Peresmian juga ditandai dengan serah terima pembangunan masjid oleh Ketua YPTA Surabaya-Drs. Ec. Mangapul Silalahi, MM., kepada ketua Panitia Pembangunan Masjid sekaligus Kepala Pengelola Masjid-Muhammad Faisal, ST., MT.

Acara tersebut dihadiri oleh Bambang DH. Mantan Walikota Surabaya itu menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak YPTA maupun pengelola masjid yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid.

Menurutnya, membenahi tempat ibadah merupakan salah satu wujud peningkatan pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat. “Renovasi ini juga menunjukkan penghargaan kita pada tempat ibadah,” tutur Bambang DH saat memberi sambutan di halaman Masjid Baitul Fikri.

Masjid Baitul Fikri merupakan suatu wadah dari lembaga yang tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, namun masyarakat sekitar juga bisa memanfaatkan secara positif. Renovasi ini juga menjadi upaya lembaga mengoptimalkan pemanfaatan sarana prasarana.

“Atas nama pembina mewakili dewan pembina dan pengawas mengapresiasi dan berterimakasih atas berbagai upaya untuk meningkatkan layanan,” imbuhnya Bambang DH. 

IMG_7147

Renovasi Masjid Baitul Fikri yang dilakukan sejak April 2020 ini meliputi memperluas ruang utama masjid, redesign mihrab masjid hingga menambah teras luar. Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Muhammad Faisal, ST., MT., menjelaskan, perbaikan sistem drainase dan sanitasi serta dibangun tempat wudhu dan toilet dengan konsep modern dan kekinian.

Selain itu, tempat wudhu juga dipasang keran otomatis sehingga jamaah tak perlu lagi memutar keran. Bangunan masjid yang didirikan pada tahun 1994 ini, mulanya diprediksi menghabiskan waktu 4 bulan dalam mengerjakan renovasi, namun adanya pandemi menyebabkan target penyelesaian menjadi mundur.

Renovasi masjid ini dilatarbelakangi oleh pertambahan jumlah jamaah dari civitas akademik Untag Surabaya. Selain itu, peran masjid yang bukan hanya sebagai tempat ibadah melainkan juga identitas kampus menjadikan perlunya perbaikan.

“Setelah dilakukan renovasi, Masjid Baitul Fikri yang sebelumnya hanya bisa menampung 500 jamaah, kini bisa menampung hampir 1100 jamaah. Mudah-mudahan ini bisa menjadi sarana bukan hanya sivitas akademika juga bisa mengakomodasi warga sekitar yang sering beribadah disini,” harapnya.

 Setelah diresmikan, Masjid Baitul Fikri sudah bisa kembali menampung jamaah ibadah sholat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. mbi