•   Jumat, 15 November 2019
Geliat Partai Politik

Megawati Dituding Langgar Aturannya Sendiri

( words)
Adi Sutarwijono berfoto bersama dengan Wisnu Sakti Buana usai Konfercab Serentak PDIP, Minggu (7/7/2019) kemarin. (Foto: SP/alqomar)


Terkait Keputusan Penunjukkan Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono yang Tak Sesuai Rakercab 31 PAC se Surabaya yang Aklamasi Memilih Wisnu Sakti Buana

Alqomar, Wartawan Surabaya Pagi

Polemik terpilihnya Ketua DPC PDI Perjuangan kota Surabaya Minggu (7/7/2019) kemarin terus bergulir. Pasalnya, sebelum digelarnya Konfercab Serentak PDIP, sekitar 31 PAC PDI Perjuangan se Surabaya, secara aklamasi mendukung Wisnu Sakti Buana menjadi Ketua DPC PDIP Surabaya. Namun, dalam Konfercab kemarin, situasi berubah. Megawati Soekarno putri melalui DPP PDI Perjuangan berkata lain. Partai pimpinan Megawati itu lebih memilih Adi Sutarwijono, sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya. Beberapa PAC menuding, bahwa keputusan DPP itu melanggar aturan yang dibuat oleh Ketua Umum yakni Megawati, yank Peraturan PDIP Nomor 28 Tahun 2019. Akan tetapi, keputusan berkata lain.

Sejak Minggu (7/7/2019) kemarin, beberapa PAC pun terpecah. Bahkan hingga Senin (8/7/2019), ada yang PAC mendukung keputusan DPP PDIP dan ada yang menolak hasil keputusan yang dipilih oleh Megawati itu. Seperti Riswanto, Ketua PAC PDIP Kecamatan Bulak, menolak turunnya rekomendasi DPP PDI Perjuangan (PDIP) tentang kepemimpinan baru partainya di Kota Surabaya.

Melanggar Aturan DPP
Menurut pria yang juga anggota DPRD Kota Surabaya itu menilai surat rekomendasi yang ditandatangani basah oleh Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP dan Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal cacat. Melanggar Peraturan PDIP Nomor 28 tahun 2019. "Kami menolak karena tidak sesuai dengan mekanisme partai, yakni Peraturan Partai No. 28/2019," kata Riswanto, Senin (8/7/2019).
Dalam rekomendasi DPP PDIP, Megawati menunjuk Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya yang baru, pengganti Whisnu Sakti Buana. Selain itu juga menunjuk Baktiono sebagai sekretaris, dan Taru Sasmito sebagai bendahara.
Riswanto menjelaskan, bahwa dalam aturan PDIP, PAC diberi kewenangan untuk mengusulkan Calon Ketua DPC. Sedangkan kemarin, seluruh PAC aklamasi mengusung calon tunggal, Whisnu Sakti Buana. "Lho kenapa DPP PDI Perjuangan tidak mau merekomendasi Pak Whisnu Sakti yang disepakati kawan-kawan PAC," kata anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya itu.
Sikap sama juga ditunjukkan Iwan Tjandra PAC PDIP Kecamatan Sawahan. Ia berpendapat sama dengan Riswanto. "Kami tetap mendukung Pak Whisnu Sakti dan menolak rekomendasi DPP PDIP," kata Iwan Tjandra.

Legowo Keputusan DPP
Namun, tak semua PAC PDIP yang menolak. Beberapa pengurus PAC PDIP juga ada yang menerima dan legowo keputusan DPP PDIP yang menugaskan pimpinan baru memimpin partai berlambang banteng moncong putih ini.
Di antara PAC yang sudah berubah haluan berasal dari Kecamatan Tenggilis Mejoyo yang telah melakukan evaluasi pasca konfercab kemarin. "Setelah Konfercab kemarin, kami melakukan evaluasi, melakukan perenungan. Kesimpulan kami, PAC Tenggilis Mejoyo setia kepada keputusan Ibu Megawati Soekarnoputri. Kami patuh kepada DPP PDI Perjuangan," kata Sumardiyono, Ketua PAC PDIP Tengggilis Mejoyo, Senin (8/7/2019).
Lagi pula, kata Sumardiyono, sepanjang sejarah DPP PDI Perjuangan tidak pernah mengubah sebuah keputusan.
"Hemat kami, keputusan tentang Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC PDIP Kota Surabaya, sudah final. Tidak mungkin berubah," imbuh Fernandes, Sekretaris PAC Tenggilis Mejoyo.

Semangat Regenerasi
Sikap sama disampaikan PAC PDIP Kecamatan Rungkut. Mereka memandang ada semangat regenerasi di tubuh DPC PDIP Kota Surabaya. "Kami patuh kepada DPP Partai. Kami yakin, penetapan kepemimpinan baru di DPC Kota Surabaya, salah satunya dilandasi semangat regenerasi," kata Andhy Puryanto, Ketua PAC PDIP Rungkut.
PDIP Kecamatan Gununganyar juga menyatakan kesetiaan pada keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Ini sesuai arahan Mas Whisnu Sakti Buana, kemarin sebelum Konfercab ditutup. Kami yakin keputusan DPP PDIP sudah final. Dan, kami patuh," kata Kartiko, Ketua PAC PDIP Gununganyar.
Jemmy Wulur Wakil Ketua PAC PDIP Gunung anyar juga siap mendukung kepemimpinan baru di Kota Surabaya, di bawah Ketua DPC yang baru, Adi Sutarwijono.

Berita Populer