•   Senin, 16 September 2019
Kriminal

Melawan Jambret, Siswi SMK Tewas

( words)
Tifani Kevinia Putri dikunjungi teman-temannya sebelum meninggal dunia.


Korban Tersungkur dan Koma, Akhirnya Meninggal di RS. Bikin Resah Warga Surabaya, karena Korbannya Gadis Remaja hingga Emak-emak

Laporan : Firman Komeng - Romadona
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pelaku kejahatan jalanan di Surabaya semakin berani, meski Polrestabes Surabaya menangkap mereka. Buktinya, seorang siswi kelas XII SMK Rajasa Surabaya tewas akibat ulah pelaku jambret. Korban diketahui bernama Tifani Kevinia Putri (17), warga jalan Ketandan Baru I Surabaya. Meksi kejadian sebulan lalu, tepatnya Senin (15/10) malam, tetapi pelaku hingga Senin (26/11/2018), belum juga tertangkap. Kejadian ini patut menjadi perhatian Kapolrestabes Kombes Pol Rudi Setiawan, mengingat kasus serupa terjadi dalam waktu berdekatan. Ini yang membuat resah warga Surabaya. Apalagi, korbannya gadis remaja hingga ibu-ibu.
------
Menariknya, lokasi kejadian yang menimpa Tifani di kawasan Jalan Arjuna Surabaya. Di daerah itu pula, Lanisya Febriyani (19), mahasiswi Politeknik Negeri Surabaya (PENS), terluka parah dan kritis, menjadi korban jambret pada 23 Juli 2018. Dua bulan kemudian, Anna Pujiastutik (43), warga Gubeng Airlangga V, Surabaya menjadi korban jambret di Jalan Indrapura, Surabaya. Tepatnya, 20 September 2018. Ibu-ibu ini tewas terjatuh dari motornya, setelah berupaya mempertahankan tasnya berisi uang Rp 5 juta yang dirampas jambret.
Sekitar dua bulan berikutnya, kejadian serupa dialami Tifani Kevinia Putri yang menyebabkan nyawa gadis ini melayang. Informasi yang dihimpun Surabaya Pagi, Senin (26/11) kemarin, kejadian yang menimpa Tifani di kawasan jalan Arjuno-Anjasmoro, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.
Saat itu, Tifani hendak kembali ke rumah usai mengantarkan temannya di jalan Demak Surabaya. Tak disadari, pelaku kejahatan yang ditengarai dua orang menguntit korban dari belakang. Keduanya juga menggunakan motor terus membuntuti korban hingga di jalan Anjasmoro Surabaya.
Kondisi jalanan yang lengang, membuat dua pelaku ini leluasa beraksi. Tas yang dicangklong korban kemudian dirampas. Korban yang berusaha mempertahankan tas miliknya itu, jatuh tersungkur dari motornya. Meski barang milik korban tidak ada yang berhasil dibawa kabur oleh pelaku, namun korban mengalami luka parah di bagian kepala. “Setelah itu, korban dibawa oleh anggota Polsek Sawahan ke RS Dr Sutomo,” ungkap Wakil Kesiswaan SMK Rajasa, Nurul Yakin Chotib saat ditemui di tempat kerjanya, Senin (26/11).
Akibat luka di kepala, lanjut dia, Tifani mengalami koma selama seminggu. Tifani dirawat intensif dalam kondisi kritis. Meski berhasil sadarkan diri dan berangsur pulih, Tifani akhirnya meninggal dunia. Diduga karena mengalami luka pada bagian dalam kepalanya. “Setelah beberapa hari rawat jalan, korban meninggal pada Selasa (13/11) lalu. Korban menderita luka dalam,” terangnya.

Image
Tifani menjadi korban penjambretan menyeruak setelah beberapa teman korban melaporkan ke sekolah. "Meski tidak ada barang hilang, keluarga korban yang hendak lapor masih takut," tandasnya.
Di dalam lingkungan sekolah, Tifani merupakan siswi yang berprestasi dan aktif dalam kegiatan kesiswaan seperti OSIS (Organiasi Siswa Intra Sekolah) SMK Rajasa. Pihak sekolah pun mendorong agar polisi lekas mengungkap aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat kota Surabaya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran membenarkan peristiwa tersebut. Hingga sebulan lebih dari proses kejadian, polisi masih terus berupaya menangkap para pelakunya. "Kami masih bekerja untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya singkat. n fir

Berita Populer