•   Senin, 17 Februari 2020
Traveling

Membangun Toleransi Dengan Berwisata

( words)
Para Pengunjung mendengar arahan dari pemandu wisata di Klenteng tertua di Surabaya, Kamis 22 November 2018. FOTO : SP/Sandra


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Surabaya menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki beragam budaya dan agama. Seperti klenteng Hok An Kiong, tempat ibadah yaang sudah berdiri dari 1930-an ini sampaj sekarang masih dipergunakan. Ini adalah salah satu destinasi yang dikunjugi oleh Bus Mueum Sampoerna pada putaran ke dua, 13.00 WIB (Kamis, 22 November 2018). Aji, pemandu wisata menjelaskan, pengujung diajak ke Ibadah agama lain, untuk lebih mengenal dan memahami toleransi. Klenteng tempat ibadah orang tionghoa ini, menjadi daya tarik tersendiri karena umurnya yang sudah lehih dari seabad ini, masih berfungsi dan boleh di buka untuk umum.
“Saya mengajak pengunjung kesini untuk lebih toleransi dan menghargai dengan agama dan budaya lain” ujarnya
Seperti yang sudah terbaca dari sejarah, bahwa surabaya Menjadi salah satu kota perdagangan terbesar pada waktu penjajahan belanda, bahkan di daerah sekitar jembatan merah, ada 3 ras, yakni, arab, tionghoa, dan belanda.
Surabaya yang pada masa itu masih bernama, cura ing baya (berani dalam bahaya) dan kemudia saat belanda masuk, huruf C jarang di pakai dalam bahasa belanda, maka Berganti menjadi Surabaya.
Klenteng yang khas dengan warna merah dan kuning melambangkan kemakmuran, keberanian, dan kejayaan untuk para pemeluk nya. Sn

Berita Populer