•   Minggu, 23 Februari 2020
Ekonomi China

Mengejutkan, China Infus US$ 28 M ke Pasar

( words)
Seseorang yang tengah berjalan didepan gedung PBOC, Bank Sentral China SP/Scmp


SURABAYAPAGI.com - Demi menjaga kestabilan suku bunga The People’s Bank of China menambahkan 200 miliar yuan atau setara US$ $ 28 miliar uang tunai sebagai fasilitas pinjaman berjangka waktu satu tahun, Rabu (16/10).

Langkah ini mengejutkan para pedagang karena pihak berwenang biasanya menyuntikkan likuiditas saat pinjaman akan jatuh tempo.

Becky Liu, kepala strategi makro China di Standard Chartered Plc., mengatakan bahwa suntikan uang tunai ini sangat tidak diperkirakan oleh pasar.

"PBOC mungkin ingin menyuntikkan lebih banyak likuiditas jangka panjang untuk memastikan pasokan yang cukup selama musim pembayaran pajak pada pertengahan Oktober dan untuk mendukung ekonomi, yang masih menghadapi tekanan pertumbuhan, katanya, dikutip melalui Bloomberg, Rabu (16/10/2019).

Sementara itu, China saat ini tengah alami keterpurukan atas sengketa perdagangan dengan AS, perlambatan ekonomi dalam negeri, sehingga mendorong bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan beban pinjaman korporasi dan memangkas rasio cadangan bank tahun ini.

Data yang dirilis minggu ini menunjukkan bahwa deflasi pabrik China semakin dalam dan impor dan ekspor turun bulan lalu.

Adapun, menurut Frances Cheung, kepala strategi makro Asia di Westpac Banking Corp, kebijakan ini untuk meredam reaksi pasar agar kurs tak bergejolak, di tengah bank sentral lainnya memangkas suku bunga.

Hingga pukul 10.34 AM waktu Shanggai, imbal hasil obligasi pemerintah China dengan tenor 10 tahun turun 1 basis poin menjadi 3,16%.

Berita Populer