•   Senin, 30 Maret 2020
Internasional

Menhan AS Desak Turki Tak Serang Milisi Kurdi

( words)
Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis


Militer Turki mengumumkan kematian tentara pertamanya sejak peluncuran operasi 'Ranting Zaitun' pada Sabtu 20 Januari 2018. Ini intervensi utama kedua dalam perang sipil tujuh tahun Suriah yang amat menghancurkan. JAKARTA, M. Burhanudin.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis mendesak Turki untuk menahan diri dalam serangannya terhadap milisi Kurdi di Suriah.

"Kami sangat memperhatikan masalah keamanan Turki dan berkomitmen bekerja sama dengan sekutu NATO kami," ucap Mattis saat berada di Jakarta dalam tur Asia.

"Kami mendesak Turki menahan diri dalam tindakan militer dan retorika," ucapnya, seperti dilansir dari laman AFP.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berjanji untuk meningkatkan serangan terhadap militan Kurdi di negara tetangga, Irak dan Suriah.

Operasi diwarnai serangan pesawat tempur dan artileri Turki mendukung serbuan darat besar-besaran melibatkan pemberontak Suriah yang didukung Ankara dan tank-tank Turki. Mereka dikerahkan untuk mengusir milisi Badan Perlindungan Rakyat (YPG) dari kubunya di Afrin.

Warga sipil di kota Afrin, 18 kilometer dari garis depan, membekali diri mereka dengan makanan dan obat-obatan saat bersiap-siap menghadapi potensi serangan. Lokasi-lokasi penampungan disiapkan dan internet hanya berfungsi secara sporadis.

Turki melihat YPG sebagai kelompok teror dan kaki-tangan Suriah dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang memberontak tiga dekade berdarah melawan pemerintah. "Kami pastikan, Afrin akan lumat, kami tidak akan mundur," kata Erdogan dalam pidato di televisi di Ankara.

Namun operasi tersebut sangat sensitif karena Washington mengandalkan YPG untuk mengusir ekstremis Islamic State (ISIS) dari kubu-kubu Suriah mereka. Milisi Kurdi sekarang mengendalikan sebagian besar wilayah utara Suriah.

Erdogan sebelumnya mengindikasikan bahwa sekali kendali berhasil di Afrin, Turki hendak bergerak ke timur demi menaklukkan YPG di kota Manbij. 04

Berita Populer