•   Jumat, 6 Desember 2019
Ekonomi NKRI

Menkeu Sri Mulyani Pesimis Pertumbuhan Ekonomi Nasional Bisa di Atas 5,5%

( words)
Menkeu RI Sri Mulyani | FLICKR/World Bank Photo Collection


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek disebut hanya akan maksimal di angka 5 persen hingga 5,5 persen. Prediksi ini dirilis dengan metode fungsi produksi yang antara lain faktor produksi, investasi dan tenaga kerja yang dipunyai Indonesia sekarang ini.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengakui, level pertumbuhan ekonomi sebanyak 5 persen sampai 5,5 persen tersebut sejatinya masih berada di bawah tingkat pertumbuhan ekonomi yang wajib diraih Indonesia demi dapat mentas dari jebakan negara berpenghasilan menengah(middle income trap). Menurut Sri Mulyani, supaya bisa lolos dari jebakan itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus berada di atas 6 persen per tahun.

"Tantangan nyata pembangunan nasional ialah lolos darimiddle income trap," cetus Sri Mulyani ketika menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi di DPR RI mengenai RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2018 di Jakarta (16/7/2019).

Mengetahui keaadaan ini, sambung Sri Mulyani, reformasi struktural wajib dilakukan secara kontinyu supaya tingkat produksi nasional dapat terdongkrak. Menurutnya, reformasi struktural ini harus dilakukan dalam beberapa hal.

Reformasi struktural yang pertama adalah dalam hal investasi. Reformasi ini dapat dieksekusi dengan menyederhanakan peraturan, memperbaiki iklim investasi, memberikan fasilitas investasi dan promosi investasi, serta meningkatan investasi swasta.

Reformasi yang kedua adalah dalam hal meningkatkan peran tenaga kerja. Langkah ini dapat dijalankan dengan meningkatkan partisipasi juga keahlian tenaga kerja. Reformasi yang ketiga adalah dengan meningkatkan produktifitas via peningkatan keahlian teknologi serta efisiensi produksi.

Terkait reformasi-reformasi yang dia sampaikan, Sri Mulyani mengakui upaya reformasi struktural tersebut telah dieksekusi oleh pemerintah dan melahirkan efek positif.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia (Managing Director World Bank) ini, di tengah gonjang-ganjing perekonomian dunia, sejatinya perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh sebanyak 5,17 persen pada tahun 2018 lalu. Pertumbuhan ekonomi itu menurutnya merupakan yang paling tinggi sejak empat tahun terakhir.

"Membaiknya ekonomi nasional itu tidak terlepas dari pertumbuhan konsumsi dalam rumah tangga dan iklim investasi yang semakin baik," papar Sri Mulyani.

Berita Populer