•   Selasa, 22 Oktober 2019
Bisnis Makro

Menteri ESDM : Mobil Listrik Harus Diberi Ruang Tersendiri

( words)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan.


SURABAYAPAGI.com - PT Pertamina Persero akhirnya resmi meluncurkan program Green Energy Station, yang mana sebagai sarana pengisian daya untuk kendaraan listrik. Peluncuran itu dilakukan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dengan adanya konsep gabungan penyediaan energi kendaraan ini, maka pemilik mobil dan motor listrik tidak perlu bingung saat daya baterai kendaraan mereka habis.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan memberikan komentar terkait pengisian daya di SPBU tersebut. Menurutnya, tempat pengisian menjadi salah satu hal yang perlu dikaji lebih lanjut.
"Saya menyarankan begini, mungkin kalau yang SPBU besar ada ruang. Jadi, mungkin ada ruang tersendiri (untuk mobil listrik)," katanya di Jakarta.
Jonan merasa, penggabungan tempat pengisian bahan bakar minyak dengan kendaraan berenergi listrik dapat saling mengganggu.
"Kalau bisa, diletakkan di lokasi yang mobilnya bisa stasioner. Kalau campur dengan nosel, ya mengganggu. Ini saran saya," ujarnya.
Selain itu, mantan Menteri Perhubungan tersebut juga mengimbau Menteri Perindustrian untuk turut mendorong hadirnya kendaraan listrik.
"Bisa ngecas, tapi harganya juga mungkin terjangkau. Nah, tolong teman-teman dari Perindustrian mendorong ini. Jadi, jangan Perindustrian tidak mendorong mobil listrik. Karena, ini adalah masa depan dunia, mengurangi emisi gas buang," tuturnya.

Berita Populer