•   Sabtu, 14 Desember 2019
Skandal Tokoh

Menteri Jokowi Disorot Media Asing

( words)
Presiden RI Joko Widodo


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta –Ditunjuknya Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan dalam cabinet Jokowi mendapat sorotan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Diketahui, Prabowo sebelumnya merupakan rival Jokowi dalam pemilihan Presiden 2019 lalu. Tak hanya menjadi rival, Jokowi dan Prabowo telah bersaing sejak pemilu di tahun 2014 hingga menciptakan kubu – kubu tertentu.

Salah satu media asing, The Guardian menyoroti soal Prabowo yang hingga kini kerap dikaitkan dengan masalah hak asasi manusia.

Tulisan yang tayang dalam media The Guardian pada Rabu (23/10/2019) pagi waktu setempat memberikan judul “Dark Day For Human Rights’ : Subianto named as Indonesia’a Defence Minister (‘Hari duka untuk hak asasi manusia’ : Subianto ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan Indonesia).

Sang penulis, Jamie Fullerton mengaitkan pemilu antara Jokowi dan Prabowo yang menewaskan 9 orang saat kerusuhan.


"Prabowo menuduh pemerintah Jokowi menyelenggarakan pemilu dengan kecurangan yang terstrukstur, sistematis, dan masif," tulis media itu.


Selain itu, jabatan baru Prabowo itu juga dinilai menyebabkan banyak keresahan untuk para pendukung Jokowi.


Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan bahwa dipilihnya Prabowo sebagai Menteri Pertahanan akan berdampak buruk pada HAM.

"Ini akan menjadi hari yang buruk bagi hak asasi manusia di negara ini," kata Usman.

The Guardian juga menuliskan soal dilantiknya bos Go-jek Nadiem Makarim jadi menteri pendidikan dan kebudayaan. Serta Sri Mulyani yang kembali menjabat sebagai menteri keuangan.

SementaraThe Sydney Morning Herald (SMH) menuliskan judul "From enemies to allies in six short months: Jokowi to invite Prabowo into cabinet (Dari musuh jadi sekutu dalam waktu enam bulan yang singkat: Jokowi mengundang Prabowo ke kabinet)".

Tulisan tersebut diunggah oleh James Massola pada Rabu (23/10/2019) pagi.SMH juga menautkan video bentrokan saat Jokowi terpilih jadi presiden.

"Dalam waktu singkat yakni enam bulan, Jokowi dan Prabowo beralih dari musuh politik yang mematikan jadi sekutu," tulisSMH.

Media Australia tersebut juga menuliskan petikan kalimat saat Prabowo dipilih menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

"Kami telah diminta untuk memerkuat kabinat di sektor pertahanan dan kami siap membantu," kata Prabowo.

Sementara media Straits Times lebih kritis dengan menuliskan"Indonesians angry, disappointed over Jokowi’s decision to include Prabowo in new Cabinet (Indonesia marah, kecewa atas keputusan Jokowi untuk memasukkan Prabowo ke kabinet baru)."

TulisanStraits Times tersebut berdasarkan wawancara relawan PDIP yang mengusung Jokowi di Pilpres 2019.

Selain itu,Straits Times juga menyoroti terpilihnya Nadiem Makarim yang merupakan pendiri start-up jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Berita Populer