•   Minggu, 8 Desember 2019
Gas Dan Bumi

Menteri Jonan Ingin Tukar Pegawai dengan BPK

( words)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan SP/Bsn


SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyarankan adanya pertukaran pegawai antara Kementerian ESDM dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menyamakan pemahaman terkait kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi.

Jonan mengatakan hal tersebut untuk meningkatkan pemahaman pegawai BPK tentang apa yang terkandung yang ada di perut bumi, khususnya terkait eksplorasi migas. Pasalnya, tingkat ketidakpastian untuk mengetahui keberadaan kandungan migas di perut bumi relatif tinggi.

Jonan mengatakan, kegiatan pencarian migas penuh dengan ketidakpastian, sebab tidak ada yang mengetahui secara pasti kandungan migas di dalam perut bumi. Meski ada ilmu geologi yang mempelajari sifat kebumian tetapi hanya bisa memperkirakan kandungan migas.

"Ini untuk menyamakan pemahaman tentang kegiatan pencarian minyak dan gas bumi (migas)," kata Jonan, ketika dijumpai dalam Seminar Nasional Memetakan Makna Risiko Bisnis dan Risiko Kerugian Keuangan Negara di Sektor Migas, di Kantor BPK, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Jonan pun menawarkan BPK menggunakan ahli geologi untuk menjadi staf ahli, sehingga BPK bisa memahami kegiatan pencarian migas yang memiliki risiko tinggi karena kandungan migas yang dicari tidak pasti.

"Kalau belajar ilmu geologi, cabangnya natural science, tapi ilmu ini nggak ajarin sampai benar. Jangankan jenis lengkap, volume pun enggak bisa," kata Jonan, saat menghadiri seminar di kantor BPK,Jakarta, Senin (22/7).

"Mungkin perlu juga di tempat Pak Rizal (Djalil) ada geologis yang jadi tenaga ahli di sini. Nanti petugas saya kirim ke sini ada pegawai BPK supaya ada pemahaman," imbuh Jonan.

Dia pun mempersilakan pegawai BPK berperan dalam kegiatan pencarian migas. Sehingga, kesalahpahaman dan berujung pada kesimpulan merugikan negara atas kegagalan operasi migas bisa dihindari.

"Ini juga mohon ada pemahaman bahwa di pertambangan, ini bukan hanya teknologi cost saving tapi teknologi buat safety terjamin sebab kalau ada kecelakaan, Kalau BPK mau dipindahin saja dari sana. Bareskrim sudah minta," tutupnya.

Berita Populer