•   Kamis, 17 Oktober 2019
Ekonomi NKRI

Merintis Mobil Listrik Di Indonesia, Upaya Untuk Deseminasi Inovasi

( words)
Ilustrasi Mobil Lisrik, SP/Kmps


SURABAYAPAGI.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan bahwa kebutuhan mobil listrik menjadi sebuah urgenias bagi masayarakat kota besar seperti Jakarta. Tngginya volume kendaraan dan kadar polusi membuat warga Jakarta harus segera menggunakan mobil listrik tersebut.

Dia optimistis program kendaraan listrik dapat berjalan sukses karena beberapa alasan. Salah satunya ketersediaan bahan baku yang menurutnya banyak di Indonesia.

"Raw material electric car di kita banyak. Lalu kita butuh sesuatu yang berkesinambungan untuk anak-cucu kita. Di Jakarta sudah ada yang komplain udaranya. Karena itu perlu ada kebijakan (dan) ini sudah ditandatangan oleh presiden," kata Rosan dilansir dari CNBC Jumat (9/8).

Keberhasilan inovasi ini juga dapat dilihat dari sisi konsumen dan dukungan dari masayarakat luas. Pemberian reward khusus untuk para pengguna (pioner) dapat memancing minat yang tinggi untuk membuat masayarakat lain segera beralih ke teknologi ramah lingkungan ini

"Misalnya dikasih insentif pajak, di mal nggak usah bayar (parkir), di mal atau gedung disediakan charge listrik, ganjil genap untuk motor atau mobil listrik tidak berlaku," ucapnya.

Contoh lain yang bisa didorong menurut Rosan adalah dengan menyarankan pengemudi ojek online memakai kendaraan listrik. Dari hal kecil seperti ini, Rosan yakin Indonesia dapat menjadi pemimpin di sektor kendaraan listrik.

Untuk investor, ia mengatakan sudah banyak pelaku usaha yang tertarik untuk pengembangan mobil listrik.

"Saya dapat informasi dari Kementerian Perindustrian, banyak perusahaan ingin masuk ke industri manufaktur kendaraan listrik ini. Tapi kebijakannya harus pro green economy," katanya.

Saat ditanya mengenai insentif yang diperlukan industri, ia mengatakan tax holiday masih menjadi contoh yang bisa diterapkan.

"Salah satu (insentif) tax holiday, mungkin perlu dikasih insentif lain lagi. TKDN juga bisa tinggi kalau electric car bisa dibangun di Indonesia. Untuk lithium, raw material banyak. Di Morowali sudah dibangun," katanya.

Namun, di luar apa yang disebut oleh Rosan, yang tak kalah penting adalah soal harga kendaraan listrik yang terjangkau. Insentif memang jadi kuncinya, seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah China, mobil listrik di sana dapat subsidi Rp200 juta per unit.

Berita Populer