•   Senin, 18 November 2019
Uncategories

Misteri Mumi Otzi Berusia 5.300 Tahun

( words)
Mumi Otzi


SURABAYAPAGI.com - Manusia Es Otzi adalah seorang mumi yang ditemukan tertanam di bawah bongkahan salju pada 1991. Mumi yang berusia 5.300 tahun tersebut salah satu penemuan arkeologi paling menakjubkan di abad ini yang menawarkan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya.

Dikutip dari Gizmodo, Kamis 21 Juni 2018, analisa baru menyebutkan Otzi dalam beberapa jam dibunuh oleh seseorang dengan menggunakan panah. Anak panah langsung mengenai punggungnya. Sejak ditemukan 27 tahun silam oleh pendaki di Gunung Alpen, perbatasan Austria dan Italia, Otzi memberikan banyak wawasan kepada para ilmuwan.

Otzi diketahui berusia 45 tahun saat terbunuh. Tubuhnya ditutupi oleh 61 tato, perutnya berisi potongan-potongan kambing liar, biji-bijian, serta daging kering yang diawetkan.

Mumi tersebut ditemukan dalam keadaan berpakaian dan perlengkapan yang utuh. Penelitian baru yang dipublikasikan Plos One menawarkan wawasan baru. Wawasan baru tersebut menyebutkan aktivitas Otzi 48 jam sebelum kematiannya.

Menggunakan mikroskop bertenaga tinggi dan CT scan, arkeolog Ursula Wierer dari Soprintendenza Archeologia di Florence, Italia, mempunyai pandangan baru pada barang-barang utama di alat alat yang dibawa Otzi seperti kapak, alat pengelupas, bor, alat pengikis, tanduk rusa, dan dua panah.

“Melalui analisis toolkit Iceman dari sudut pandang yang berbeda dan merekonstruksi seluruh siklus kehidupan masing-masing instrumen, kami dapat memperoleh wawasan tentang latar belakang budaya Otzi, riwayat pribadinya, dan hari-hari sibuk terakhirnya,” ujar Wierer.

Siklus hidup Otzi
Ia dan para ilmuwan melakukan rekonstruksi terhadap siklus hidup Otzi secara detail. Mulai dari produksi, pemanfaatan, sampai akhirnya dibuang.

Cara tersebut dapat memberikan wawasan mengenai gaya hidup manusia prasejarah.

Penelitian sebelumnya memberi informasi bahwa Otzi tinggal wilayah Italia utara yang dikenal sebagai Pegunungan Lessini. Tetapi analisa baru menunjukkan Otzi berasal dari setidaknya tiga wilayah berbeda di Italia utara, semuanya berjarak 25 hingga 44 mil (40 hingga 70 km) dari lembah tempat ia ditemukan.

Wierer dan tim juga memeriksa keausan alat-alat pada masa Orzi. Pola serpihan khas menunjukkan Otzi adalah individu yang dominan dengan tangan kanan, sesuatu yang tidak diketahui sebelumnya. Melihat kualitas tepinya, tim Wierer mencurigai Otzi mempertajam dan membentuk kembali beberapa alatnya sesaat sebelum ia tewas.

Otzi tidak mengerjakan salah satu peralatannya ketika dirinya terbunuh, karena semua peralatannya ditemukan di tas masing-masing. Kecuali belati, yang ditemukan tergeletak di air lelehan di sebelah tubuh Otzi yang telah dimumikan.

"Yang menarik, belati itu memiliki ujung yang patah, tetapi tidak ditemukan tanda-tanda keausan," tuturnya. Otzi sepertinya menggunakan belati kecilnya sebagai pajangan hias, memakainya di ikat pinggang sebagai simbol status.

Adapun alat lain yang digunakan Otzi. Walaupun berukuran kecil namun memiliki ujung yang tajam. Berdasarkan analisis toolkit Iceman menggunakannya untuk memotong kaya lunak atau alang-alang.

Ada juga alat yang sepertinya terbuat dari tanduk rusa. Alat tersebut berguna untuk mengupas, mengikis, dan memotong sesuatu. Alat bantu yang Ia miliki terlihat tidak mengesankan, menandakan Iceman berada dalam suatu masalah.

"Kira-kira 33 jam sebelum kematiannya, Otzi mendaki gunung pada ketinggian 8.200 kaki (2.500 meter) di atas permukaan laut. Dari sana, ia melakukan pendaratan di sepanjang lereng selatan punggung bukit Alpen. Beristirahat sejenak sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan," jelas Wierer.

Penyebab kematian
Ia melanjutkan, Otzi naik di ketinggian 9.800 kaki (3.000 meter), sekitar empat hingga lima jam sebelum kematiannya. Otzi berhasil makan tiga kali selama periode 33 jam ini, termasuk makanan terakhir sekitar dua jam sebelum ia tewas.

Hipotesisnya adalah bahwa Otzi terlibat dalam tiga konflik beberapa jam sebelum meninggal. Pertama, didasarkan pada bukti tidak langsung, yaitu tidak adanya busur dan anak panah untuk mencocokkan panahnya.

Ada kemungkinan Otzi diserang, dan busur serta anak panahnya rusak, dicuri, atau dibuang dengan tergesa-gesa. Meskipun tidak ada bukti untuk mendukung pernyataan ini selain dari tidak adanya peralatan ini.

Dua konflik lainnya berada di pijakan yang lebih kuat, sebagaimana dibuktikan oleh cedera yang diamati pada tubuhnya. Setelah Otzi turun ke lembah, ia lalu diserang.

"Konflik kedua ditunjukkan oleh beberapa cedera pada tubuh mumi. Yang paling jelas adalah luka di tangan kanan. Posisi luka merupakan karakteristik untuk pertahanan diri," kata Wierer.

Ia dan tim peneliti berspekulasi bahwa Otzi turun ke lembah untuk mengumpulkan peralatan yang sangat dibutuhkan. Tetapi kedatangannya mendapat perlawanan. Karena terluka parah dan kemungkinan hidupnya dalam bahaya, Otzi memutuskan untuk melarikan diri dengan mendaki gunung.

“Konflik terakhir menyebabkan kematian Otzi. Dia ditembak dari belakang oleh seorang pemanah. Panah kepala masih menempel di bahunya," papar Wierer. Meski demikian, ilmuwan tetap sulit mengungkap motif pembunuhan Otzi.

Berita Populer