•   Senin, 17 Februari 2020
Kriminal

Mulai Terendus, 2 Terduga Pelaku Kerap Berpindah Tempat

( words)
Foto: Budi Hartanto, semasa hidup, yang dipasang di media sosialnya.


Pembunuhan Mutilasi Guru Honorer Budi Hartanto

Hendarwanto, Ducan Prakasa
Wartawan Surabaya Pagi
Misteri pelaku mutilasi guru honorer asal Kediri mulai terbongkar. Kepolisian Daerah Jawa Timur menduga pelaku pembunuhan terhadap Budi Hartanto, 28, merupakan orang dekat korban. Antara korban dan pelaku diduga saling mengenal. Sebab Tim Subdit III Jatanras dan Satreskrim Polres Blitar Kota dan Kediri masih melakukan lidik dan pengejaran.
"Contoh siapa dia, yang jelas dalam lingkungan sekitar. Mereka sangat saling mengenal korban. Diperkirakan pelaku juga sangat dekat hubungannya," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim Minggu (7/4/2019).
Kedekatan yang terjadi antara korban dan pelaku, lanjut Barung, karena kesamaan lingkungan sosial yang dilakukan keduanya dalam sebuah komunitas. "Karena berhubungan juga dengan lingkungan atau komunitas yang sedang digeluti oleh korban," lanjutnya.
Barung meyakini, pelaku pembunuhan dan mutilasi dilakukan lebih dari satu orang. "Jadi bukan pelaku tunggal. Artinya pembunuhan itu ada yang membantu atau memperlancar," ujarnya.
Barung menerangkan, setelah disebutkan dan diberitakan, dua orang yang dilakukan pengejaran diduga sudah berpindah tempat. "Mobilitas (terduga pelaku) tinggi. Yang diburu ini dinamis, (manusia) bukan benda statis sehingga berpindah-pindah tempat," sebutnya.
Kemudian terkait kepala Budi yang hilang saat dimutilasi, Barung mengatakan bahwa pihak kepolisian juga belum menemukannya. "Belum ditemukan, saat ini kami masih mengejar kedua teman dekat korban mutilasi ini," pungkas Barung.
HP Budi Diduga Dibawa Pelaku
Sementara, dari hasil penyelidikan, tambah Barung, handphone milik korban Budi Hartanto dimatikan (off) tiga jam sebelum mayatnya ditemukan dalam koper tanpa kepala di Blitar.
"Ponsel korban terakhir aktif pukul 04.00 WIB, di hari mayat korban ditemukan Rabu (3/4) lalu," kata Barung. Sebelumnya dari keterangan para saksi, Budi diketahui tidak merespon percakapan di Grup WhatsApp dancer miliknya pada Selasa (2/4) sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan penemuan mayat dalam koper sekitar pukul 07.00 WIB.
Barung menambahkan, tim penyidik mengetahui handphone korban berada di suatu tempat di wilayah Kediri. Namun sampai saat ini, HP tersebut masih dikuasai seseorang. "Orientasi perburuan pelaku terbesar ada di kota Kediri. Karena ponsel HP korban diketahui mati pertama kali di Kota Kediri pada pukul 04.00 dini hari," imbuhnya.
Ada 16 Saksi
Sementara, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela menambahkan, tim Subdit Jatanras masih melakukan lidik di lapangan. "Kami masih penyelidikan dan pendalaman keterangan saksi-saksi," ucap Leo saat dikonfirmasi melalui ponselnya.
Disinggung apakah benar, identitas terduga pelaku sudah dikantongi, Leo enggan berkomentar. Sejauh ini, penyidik Polda Jatim telah mintai keterangan dari 16 orang saksi. "Ada 6 orang di Blitar dan 10 orang di Kediri. Orientasi perburuan pelaku terbesar ada di Kota Kediri," lanjutnya.
Di luar jumlah itu, penyidik telah menentukan dua orang baru yang statusnya sebagai terduga pelaku. "2 orang itu di luar 16 orang saksi tadi. Kami sedang mengejar 2 orang sekarang," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, mayat guru honorer SDN Banjar Mlati, Mojoroto Kediri itu ditemukan di dalam koper tanpa kepala di bawah jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Blitar Rabu (3/4/2019) lalu.
Polisi menduga, korban dihabisi lebih dari satu orang. Dugaan sementara motif pembunuhan mutilasi itu dilatarbelakangi masalah asmara. Namun, motor dan HP korban hingga saat ini juga masih belum ditemukan. Terkait kasus ini polisi sudah memeriksa 16 saksi. Salah satunya termasuk ASN dari Kabupaten Nganjuk yang dekat dengan korban.
Hingga saat ini, penyelidikan dan pemburuan pelaku dilakukan marathon di Mapolresta Kediri oleh tim gabungan Polresta Blitar, Kediri dan Polda Jatim. Tim dipimpin langsung Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela. n

Berita Populer