Nabil: Selain PON XX, Panahan Jatim Kudu Fokus Go Internasional

SURABAYAPAGI.com - Mempunyai atlet panahan Jawa Timur dengan kualitas apik, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Perpani) terus berupaya untuk mendukung atlet binaannya untuk sukses mendulang emas dan go Internasional.

Melimpahnya atlet-atlet panahan berkualitas di Jatim, tidak lain karena banyak kabupaten/kota yang terus aktif melakukan pembinaan sejak usia dini.

Untuk ituPerpani Jawa Timur optimis bisa merebut juara umum ke 10 diPON Papua 2020 mendatang.

Selain itu, melihat dominasiPerpani Jatim di tingkat nasional, Ketua Harian KONI Jatim,M Nabil mengatakan sudah saatnyaPerpani Jatim bicara banyak di level Internasional.

"Harapan jangka pendek, realisasinya di PON 2020, semoga bisa mendulang emas lebih banyak dibanding PON 2016 lalu, jangka panjang bisa go Internasional,” ucapM Nabil.

Saat pelantikan pengurus Provinsi Perpani Jawa Timur periode 2019-2023, Wakil Ketua 3 PB Perpani, Soni Haryanto yang turut hadir dan memberikan wejangan kepadaPerpani Jatim untuk mengembangkan potensi panahan di provinsi ini

"Satu dua daerah boleh-boleh saja (kualitas individu atletnya). Tapi, kalau sudah di dalam satu tim, masih jauh (dengan Jatim). Makanya, saya berpesan kepadaPerpani Jatim kembangkan panahan di provinsi ini," terang Wakil Ketua 3 PBPerpani,Soni Haryanto.

Selain itu, Ia mengakui bahwa program yang sudah dijalankanPerpani Jatim sejauh ini sudah membuahkan hasil.

Salah satu buktinya bisa raih gelar juara umum sembilan kali berturut-turut di gelaran PON. Sehingga, lanjut Soni, merengkuh gelar juara ke 10 nanti atau bahkan lebih bukan perkara sulit.

"Kalau bisa lebih dari sepuluh emas dan saya yakin Jatim bisa meraih juara umum sebanyak 10 kali PON di Papua nanti," ucap Soni.

Dengan 38 kabupaten/kota yang ada saat ini, jika lebih maksimal lagi dalam pengembangan dengan banyak klub, Jatim dipastikan tidak akan kekurangan atlet-atlet berbakat di masa mendatang.

"Atlet-atlet baru yang nanti bermunculan akan bersama atlet yang sudah berprestasi. Makanya, kalau sampaiPerpani Jatim tidak berprestasi malu dengan KONI-nya. Karena itu, lanjutkan dan (juara umum di PON Papua) harus bisa," pungkas Soni.