•   Minggu, 15 September 2019
Pilpres 2019

Narasi Pemimpin Berengsek Wiranto Disoal

( words)
Menkopolhukam Wiranto menuai kritik karena pernyataannya tentang pemimpin berengsek. Foto: SP/IST


SURABAYAPAGI.com - Imbauan Wiranto agar masyarakat tidak memilih pemimpin berengsek saat pencoblosan Pileg dan Pilpres 2019 pada 17 April mendatang menuai komentar karena dianggap miskin narasi etika dan jauh dari sifat santun.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto soal pemimpin berengsek. Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu mengaku khawatir dengan kebiasaan narasi yang sering diucapkan para petinggi negeri akhir-akhir ini.

"Saya prihatin dengan kebiasaan narasi miskin etika yang dikeluarkan oleh para pejabat publik hari ini," kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

Dahnil menilai pernyataan yang dia sebut sebagai narasi miskin etika itu bisa jadi muncul karena adanya ketakutan akan kehilangan kekuasaan. Hal ini bisa terjadi, kata dia, lantaran pihak oposisi yakni Prabowo-Sandi di Pilpres ini semakin kuat dan bisa mengalahkan petahana yakni Jokowi-Ma’ruf di kontestasi Pilpres 2019 ini.

"Bisa terjadi karena semakin kuatnya oposisi dan kemungkinan besar akan mengalahkan petahana sehingga yang keluar adalah kalimat-kalimat miskin etik, karena panik," katanya.

Senada, Ketua Advokasi Hukum Partai Demokrat yang juga anggota BPN, Ferdinand Hutahaean menyayangkan sikap pemimpin saat ini justru jauh dari politik santun yang dijunjung di Indonesia. "Ada dari para pemimpin kita sekarang sangat jauh dari politik dan fatsun bangsa kita yang sebetulnya terkenal dengan adat ketimuran dan budaya santunnya," kata dia.

Dia pun menyebut apa yang diungkapkan Wiranto itu tak memberi contoh baik bagi masyarakat. Dia pun khawatir anak-anak yang saat ini masih sekolah justru menjadikan kata berengsek itu sebagai kata lazim dan tren di kalangan mereka.

Dia pun kemudian meminta Wiranto menjelaskan secara spesifik siapa pemimpin brengsek yang dia maksud. Sebab jika dilihat dari definisinya kata dia, berengsek berarti pemimpin yang ingkar janji, suka berbohong, tidak tepat janji, banyak pencitraan membuat ekonomi rusak, hingga membuat bangsa kacau.

"Itu yang menurut kami berengsek, jadi yang dimaksud Wiranto siapa, Kalau seperti yang saya nyatakan tadi ciri-cirinya pemimpin brengsek ya tentu kita akan tahu akan pilih siapa pada Pilpres nanti," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto mengimbau masyarakat tidak memilih pemimpin berengsek saat pencoblosan Pileg dan Pilpres 2019 pada 17 April mendatang.

Imbauan itu disampaikan Wiranto saat menghadiri Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2019 di Dining Hall Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Senin (21/1).

Di hadapan ribuan petugas pengawas pemilu, Wiranto mengatakan masyarakat harus membekali diri dengan informasi yang lengkap sebelum memilih pemimpin, baik itu untuk calon presiden dan wakil presiden maupun legislatif.

"Sesuai dengan pemahaman kita, pemimpin memegang peranan yang sangat penting. Pemimpin akan menentukan jatuh bangunnya suatu negara. Jangan pilih pemimpin brengsek. Pemimpinnya brengsek, negaranya juga brengsek. Pemimpinnya gila, negara bisa bubar," ujar Wiranto.

Berita Populer