•   Sabtu, 14 Desember 2019
Ekonomi China

Nasib Properti Singapura Meski Banjir Investor

( words)
Patung Merlion di Marina Bay, Singapura. SP/wk


SURABAYAPAGI.com, Singapura – Meski berhasil kelahkan posisi proprti Hong Kong, penjualan apartemen Singapura ternyata menukik tajam selama 4 bulan.

Berdasarkan data Urban Redevelopment Authority data yang dirilis pada Jumat (15/11/2019), pengembang di negara-kota itu menjual 928 unit apartemen bulan, merosot 27 persen dari 1.270 unit pada September.

Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Juni yang hanya mencatatkan penjualan 821 apartemen.

Pada Oktober, ada 892 unit yang diluncurkan, lebih rendah dari 1.714 apartemen pada September. Ini menjadi penurunan signifikan pasokan perumahan ke pasar.

Harga properti swasta di Singapura naik lebih dari perkiraan semula di pada kuartal ketiga. Sementara itu, nilai perumahan meningkat 1,3 persen pada kuartal yang sama.

Namun, masih ada sisa unit yang tidak terjual pada akhir kuartal, dengan 50.964 unit perumahan pribadi yang belum selesai, naik dari 50.674 unit pada kuartal sebelumnya.

Perkembangan dengan jumlah peluncuran apartemen terbesar pada Oktober termasuk Parc Esta, Stirling Residences, dan Treasure at Tampines. Dari 150 unit di Treasure at Tampines yang diluncurkan, 88 unit terjual pada bulan tersebut.

Terlepas dari itu, mengenai prospek property Singapura yang lebih unggul dari Hong Kong. Menurut laporan Urban Land Institute dan PricewaterhouseCoopers LLP untuk tren properti di kawasan Asia yang dirilis pada Selasa (12/11/2019), Singapura memeroleh keuntungan dari meningkatnya minat di kalangan investor.

Banyak investor menghindari China dan Hong Kong, yang dipandang sebagai "titik api geopolitik".

Berita Populer