•   Jumat, 15 November 2019
Ekonomi Global

Negara Kaya di Eropa Ini Berada di Ambang Krisis Ekonomi

( words)
Ibu kota Islandia Reykjavik | Needpix/falco


SURABAYAPAGI.COM, Reykjavik - Negara Islandia diprediksi bakal mengalami kesulitan dalam bidang ekonomi. Pasalnya, negara Eropa dengan biaya hidup paling mahal itu dilaporkan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,4 persen. Laporan ini merupakan yang perdana dalam satu dekade belakangan.

Biro Statistik negara Islandia itu sendiri juga diketahui menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi 0,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada bulan Mei 2019. Hal ini berbanding terbalik dengan prediksi pertumbuhan ekonomi bulan Februari yang mencapai 1,7 persen.

Menurunnya prospek ekonomi disebabkan lantaran industri pariwisata yang merosot sebagai dampak dari kolapsnya WOW Air, salah satu maskapai low cost carrier (LCC) Islandia. Selain itu, industri perikanan mereka juga dilaporkan mengalami penurunan. Bahkan, Islandia dilaporkan sama sekali tidak menghasilkan tangkapan hasil laut pada tahun 2019 ini. Padahal, seperti yang sudah dikenal, industri perikanan merupakan sektor penting bagi perekonomian Islandia.

Sementara itu, inflasi di Islandia sendiri diketahui terus naik hingga 3,1 persen pada empat bulan pertama tahun 2019 ini. Terkait hal ini, ekonom Kamar Dagang dan Industri Islandia Konrad Gudjonsson mengatakan, serentetan fakta tersebut mengurangi daya beli rakyat.

Dia menambahkan, sebetulnya resesi bisa mendukung penurunan banderol properti yang meroket tajam, dalam beberapa tahun belakangan. Konrad mengungkapkan, banderol rata-rata sewa apartemen satu kamar di ibu kota Reykjavik sendiri bisa mencapai 1.300 euro atau setara dengan Rp20.3 juta per bulan.

Di sisi lain, Eurostat merilis indeks harga konsumen di Islandia sendiri berada pada kisaran 56 persen. Hal ini diketahui jauh lebih besar jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya seperti Swiss (52%), Norwegia (48%) dan Denmark (38%).

Berita Populer