Negara Super Power Terperosok ke Jurang Resesi

Perayaan 244 Tahun Amerika Serikat.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ekonomi AS mengalami kontraksi pada kuartal kedua dari April hingga Juni sebesar 32,9%. Mengutip CNN, Jumat (30/7/2020), Biro Analisis Ekonomi mencatat ini adalah penurunan terburuk sepanjang sejarah.

Bisnis yang terhenti selama lockdown pada musim semi tahun ini membuat Amerika akhirnya terjerumus ke dalam resesi pertamanya dalam 11 tahun terakhir. Hanya dalam beberapa bulan, ekspansi ekonomi terpanjang dalam sejarah AS dalam lima tahun terakhir pun selesai sudah.

PDB negeri Paman Sam tersebut anjlok negatif 32,9% pada periode April hingga Juni 2020 kemarin. Pada kuartal I-2020 PDB AS juga telah terkontraksi minus 5%.

Demikian laporan dari Departement Perdagangan AS yang baru dirilis, Kamis (30/7/2020) dilansir langsung dari CNBC International.

Kontraksi tajam terjadi dalam konsumsi, ekspor, hingga inevstasi dan pengeluaran pemerintah. Terlihat, spending yang tergelincir cukup dalam adalah health care atau kesehatan dan barang-barang seperti pakaian dan alas kaki. Sementara penurunan investasi terdalam diakibatkan oleh loyonya sektor otomotif.

Pandemi telah mengikis ekonomi AS. Penurunan PDB kuartal kedua hampir empat kali lebih buruk daripada selama puncak krisis keuangan, ketika ekonomi mengalami kontraksi pada tingkat tahunan sebesar 8,4% pada kuartal keempat 2008.

Memang, jika dibandingkan secara kuartal sebelumnya, ekonomi sebenarnya tidak turun sampai 32%. Jika dibandingkan dengan kuartal I, PDB tercatat turun 9,5% di bulan April dan Juni, atau sebesar US$ 1,8 triliun.

Namun membandingkannya dengan cara apa pun, itu masih kuartal terburuk dalam catatan. AS sendiri baru mulai membuat catatan PDB triwulanan pada tahun 1947, sehingga sulit untuk membandingkan penurunan saat ini dengan depresi hebat yang mengatakan pada tahun 1932 ekonomi AS pernah mengalami kontraksi hingga 12,9%.