•   Sabtu, 16 November 2019
Otonomi Daerah

Ngabalin Buka Diklat Mubalig di Gresik

( words)
Ali Mochtar Ngabalin menerima cinderamata dari Wabup M Qosim. SP/M.AIDID


SURABAYA PAGI, Gresik - Sebanyak 200 dai mengikuti pelatihan mubalig yang diadakan oleh Badan Koordinasi Mubalig Indonesia (Bakomubin) Jawa Timur.

Menariknya diklat yang berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Minggu pagi (13/10) dibuka secara langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Bakomubin Ali Mochtar Ngabalin dengan didampingi Ketua Umum Bakomubin Jatim Iswadi Idris, dan Wabup M Qosim.

Dihadapan sejumlah awak media, wartawan, Mochtar Ali Ngabalin memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemkab Gresik yang telah memberikan support dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan diklat.

"Kami sangat berterima kasih karena Pemkab Gresik yang sudi bersinergi bersama kami, memberikan dukungan dalam kegiatan yang positif ini," kata pria yang juga tenaga ahli pada Kantor Staf Kepresidenan RI tersebut.

Sebab, menurut Ngabalin, kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu mengasah kembali nilai kultur, budaya dan moral di masyarakat melalui media dakwah.

"Saat ini kita dihadapkan dengan kondisi masyarakat yang terpolarisasi dampak kepentingan politik. Sebagai bukti, media sosial saat ini sangat mempengaruhi pola perilaku masyarakat. Tak sedikit berita hoax yang disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab melalui medsos, dan itu sangat berpengaruh besar terhadap perilaku di masyarakat," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Moh. Qosim mengaku bersyukur bahwa pelatihan itu diikuti oleh ratusan peserta. Mereka juga berasal dari lintas organisasi. "Ada dari Nahdiyin, Muhammadiyah, LDII dari berbagai organisasi lainnya," kata Wabup.

Melalui pelatihan itu, dirinya juga berharap agar para dai dan mubalig yang setiap saat bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui dakwah, agar mampu menyebarkan pendidikan yang berpedoman pada ukhuwah Islamiyah.

Ia pun berpesan, seiring dengan kemajuan teknologi, masyarakat akan semakin bijak dalam menggunakan media sosial. did

Berita Populer