•   Minggu, 15 September 2019
Hukum & Pengadilan

Novel Baswedan, Akui Penyiram Matanya ada Anggota Polri

( words)
Novel Baswedan saat mendatangi Gedung KPK dalam pemeriksaan kasus korupsi reklamasi, Kamis, kemarin. Foto: SP/atera/jak


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Novel Baswedan, akhirnya mengakui ada anggota Polri yang diduga terlibat dalam kasus penyerangannya terhadap dirinya. Namun, dia tidak mau mengungkap nama polisi itu. Termasuk ke penyidik gabungan yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian, sekalipun.
Padahal dalam investigasi terakhir, dia sudah membeberkan nama polisi yang diduga terlibat kasus penyerangannya ke tim gabungan.
Demikian diungkapkan anggota tim pengacara Novel Baswedan, Arif Maulana, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. "Tadi keterlibatan anggota kepolisian ada pertanyaan yang diajukan oleh salah satu anggota tim kepada Mas Novel. Nah beliau menyebutkan nama salah satu anggota kepolisian," ungkap Arif yang didampingi Novel di KPK, Jakarta, Kamis (20/6/2019).
Terkait OTT KPK
Menurut Arif, nama polisi yang disebut Novel Baswedan, berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap sebuah kasus korupsi reklamasi yang melibatkan pengusaha. "Dia berkaitan dengan kasus penggagalan OTT KPK di kasus reklamasi," ungkap Arif mewakili Novel.
Kuasa hukum Novel Baswedan lainnya, Alghiffari Aqsa mengaku, dugaan keterlibatan oknum itupun diakui oleh salah satu anggota tim gabungan. "Berkali-kali kita mengatakan ini ada keterlibatam anggota kepolisian, ada keterlibatan jenderal. Tapi baru bulan lalu ada konfirmasi dari salah satu anggota tim gabungan, bahwa kuat dugaan ada kererlibatan anggota kepolisian," kata Alghiffari.
Penyidik Disarankan Novel
Sementara itu, Novel Baswedan mengatakan, nama polisi yang disampaikan sebenarnya menjadi hal di luar penyelesaian kasus penyerangannya.
Penyidik harusnya mengejar pelaku menggunakan bukti temuan di lapangan, bukan malah menggali darinya. Terlebih, tindak pidana yang dialami penyidik KPK tidak hanya menimpa satu orang saja dan terjadi lebih dari sekali. "Bahkan sebelum tim dibentuk, saya katakan lebih dari 10 penyerangan kepada orang-orang KPK. Bahkan saya pernah bilang, seandainya tim ini mau dengan serius mengatakan bahwa akan mengungkap penyerangan KPK, tentu itu hal yang bagus," ujar Novel di KPK.
"Tentu bukti-buktinya banyak dan memudahkan karena kami juga berharap, serangan kepada orang-orang KPK berhenti. Tidak terus berjalan seperti sekarang ini. Oleh karena itu, itu menjadi penting. Tadi ditanya apakah kaitan dengan oknum-oknum yang disebut tim gabungan, bertanya pada saya," lanjutnya.
Jalan Ditempat
Penyidik senior KPK Novel Baswedan telah diperiksa polisi dalam kasus penyiraman air keras. Novel menyebut pertanyaan dalam pemeriksaan menunjukkan tak ada perkembangan dalam penanganan kasusnya alias masih jalan ditempat.
"Sekarang yang dilakukan pemeriksaan. Sebagaimana sesuai permintaan, saya sudah memberikan keterangan. Dan ternyata hal-hal yang ditanyakan tidak menunjukkan ada progres yang baru. Bahkan hampir semua keterangan yang saya sampaikan sama dengan pemeriksaan sebelumnya," kata Novel usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019).
Pemeriksaan terhadap Novel dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya bersama tim gabungan bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebelum hari ini, sebenarnya pemeriksaan juga sudah dilakukan saat Novel dirawat di Singapura. "Bagi saya adalah saya hanya ingin melihat apakah kesungguhan itu bisa terjadi yaitu dengan adanya pengungkapan pelaku lapangannya sisanya saya enggak ngerti mesti bicara apa lagi," sambungnya.
Kuasa hukum Novel, Arif Maulana mengatakan Novel diperiksa selama 2 jam dengan kurang lebih 20 pertanyaan. Ia menyebut tidak ada perkembangan yang signifikan yang disampaikan penyidik dalam pemeriksaan Novel tersebut.
"Tidak ada hal yang baru dari pemeriksaan. Kedua belum ada tersangka, jadi belum ditemukan siapa pelaku tindakan teror. Ini pelaku lapangan pun belum apalagi aktor intelektualnya, ketiga tidak ada perkembangan berarti," kata Arif.
Arif mengatakan hal ini sejalan dengan apa yang diragukan kuasa hukum Novel kepada tim gabungan bentukan Kapolri ini. Meski demikian, ia tetap berharap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan bisa terungkap. "Kritik kami sejak awal kami meragukan tim ini barang kali akan terbukti kalau saja perkembangannya masih seminim ini. Tapi kita berharap keraguan kita sebagai kuasa hukum terbantahkan jadi bisa betul betul tertangkap," ucapnya. n

Berita Populer