•   Senin, 24 Februari 2020
Hukum Bisnis

OJK Sebut Permasalahan Jiwasraya Terlihat Sejak 2017

( words)
Ilustrasi Jiwasraya.


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Sejak mengemban tugas sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK pada 2017, Riswinandi telah mengindikasi bahwa Asuransi Jiwasraya telah bermasalah.

“Indikasi ada permasalahan mulai terlihat karena dilakukan audit laporan keuangan Jiwasraya pada 2017. Pada kenyataannya, laporan keuangan tersebut tidak bisa diselesaikan karena ada pendalaman dari pencadangan,” ungkap Riswinandi di gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/1).

Sejak itu, terjadi perubahan manajemen Jiwasraya sesuai denganfit and proper testpemegang saham, Kementerian BUMN, lalu terpilih manajemen baru. OJK kemudian memanggil manajemen tersebut untuk menyampaikan permasalahan perusahaan.

“Direksi dan pemegang saham Jiwasraya melaporkan rencana penyehatan dan monitor pada 2018 untuk menyelesaikan kewajiban termasuk meninjau produk, seperti bunga [saving plan] yang terlalu tinggi dan berlaku hingga saat ini,” jelasnya.

Pada 2018 produk JIwasraya tersebut masih berjalan dan terus dilakukan peninjauan. Setahun berikutnya, perusahaan membuat rencana penyehatan berupa strategi partner,holdingasuransi dan rencana bersifat organik lainnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso juga membenarkan, ada lembaga keuangan yang bermasalah dan sudah dikomunikasikan kepada pengurus maupun ke pemilik. Pihaknya berharap dengan adanya pengaturan secara bertingkat di seluruh sektor agar kasus serupa tidak terulang lagi.

“Dari situ, ujungnya ada dana segar yang masuk ke industri keuangan,” ungkapnya.

Khusus untuk skandal Jiwasraya, regulator telah menerima rencana penyehatan dari pemilik serta pengurus. Salah satunya menyetujui pendirian anak usaha Jiwasraya, yakni Jiwasraya Putra yang akan di-handle oleh empat perusahaan pelat merah, seperti Bank BTN, Pegadaian, Telkomsel dan KAI.

“Anak perusahaan ini nanti akan diambil alih investor dalam hal ini prosesnya diharapkan menghasilkan sejumlah uang di atas Rp 3 triliun – Rp 4 triliun bergantung dari negosiasi. Proses ini kami harapkan bisa ada respon,” lanjutnya.

Pembentukanholdingasuransi masih menunggu informasi detil dari Jiwasraya. Menurutnya, rencana pembentukanholdingsudah ada namun mekanisme detil bisa ditanyakan ke Kementerian BUMN.

Berita Populer