Oknum Anggota DPRD Lumajang Diadukan ke Polisi

Gedung DPRD Kabupaten Lumajang. SP/Lim

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Oknum anggota DPRD Lumajang berinisial TR resmi diadukan ke Polres Lumajang. TR diadukan bersama 2 orang lainnya berinisial JU dan PA terkait dugaan pemerasan. Pengadunya adalah 2 saksi dalam perkara dugaan pencurian udang di PT Bumi Subur.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Lumajang, Karnadi dikonfirmasi terkait hal ini, mengaku sudah mendapat informasi tersebut. Bahkan pihaknya sudah melakukan pembahasan  secara internal.

“Kita selaku BK sudah melakukan rapat internal, untuk menyikapi isu yang berkembang di media massa dan sebagainya,” ungkapnya, Sabtu  (13/6/2020).

Namun pihaknya belum melakukan tindakan kongkrit pada oknum anggota DPRD yang dimaksud. Alasannya, hingga saat ini belum ada surat pengaduan resmi yang masuk ke Sekretariat DPRD terkait hal itu.

“Kita belum tahu bukti yang pasti. Bukti pengaduan itu tidak ada. Kita hanya berdasarkan informasi dan sebagainya,” ucapnya.

Tetapi, Badan Kehormatan sudah mempelajari mengenai dugaan pelanggaran kode etik, yang kemungkinan dilakukan oleh bersangkutan.

“Jadi kita mempelajari tentang kode etik,” ucap dia.

Tak hanya soal diadukan ke polisi, TR juga ikut masuk dalam perkara dugaan  pencurian udang yang ditangani Polres Lumajang. TR mendapat kuasa dari pihak PT Bumi Subur untuk menyelesaikan permasalahan ini baik secara hukum atau diluar hukum.

Ditanya hal ini, Karnadi pun  menegaskan, jika dalam kode etik, seorang anggota DPRD tidak boleh merangkap jabatan atau profesi lainnya.

“Misal sebagai pengacara, guru, dan lain sebagainya. Tapi dalam hal pemberian kuasa, saya masih belum paham,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPRD Lumajang Anang Akhmad Syaifuddin, nampaknya masih enggan berkomentar terkait ramainya pemberitaan oknum anggota DPRD tersebut.

Ketika hendak dimintai keterangan melalui telepon, pihaknya belum mau menjawab. Sedangkan, melalui pesan di WhatsApp, saat ditanya terkait ini, Ia hanya menjawab singat. “Waduh,”  tulisnya. (Lim)