•   Rabu, 22 Januari 2020
Ekonomi NKRI

Oktober, Kunjungan Wisman Merosot 3,28 Persen

( words)
Para wisatawan mancanegara yang tengah mencoba tarian tradisional. SP/kie


SURABAYAPAGI.COM,Jakarta – Bulan Oktober menjadi bulan yang suram bagi devisa negara. Pasalnya, di bulan itu, kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia menurun hingga angka 3,28% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, angka tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa Oktober tahun ini kunjungan wisman meningkat 4,86% disbanding Oktober tahun lalu.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan bahwa pola penurunan kunjungan itu masih bisa dianggap wajar. Sebab, mengacu pada tren tahunan, sepanjang bulan Agustus hingga November memang Indonesia mengalami penurunan kunjungan wisman. Lonjakan kenaikan kunjungan baru akan terasa pada saat Desember dimana bertepatan dengan libur akhir tahun.

"Pattern bulan Oktober 2019 sama dengan tahun sebelumnya dimana dia akan turun dan baru mengalami kenaikan di bulan Desember," kata Suhariyanto dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (12/2).

Mengenai Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Oktober 2019 mencapai rata-rata 56,77 persen atau turun 2,07 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2018 yang tercatat sebesar 58,84 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK September 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Oktober 2019 mengalami kenaikan sebesar 3,25 poin.

BPS menyatakan bahwa rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2019 tercatat sebesar 1,80 hari, terjadi penurunan sebesar 0,10 poin jika dibandingkan keadaan Oktober 2018.

Menurut Suhariyanto, negara-negara yang kunjungan wismannya ke Indonesia mengalami penurunan, kemungkinan disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara mereka. China misalnya, yang selama ini menjadi penyuplai terbesar wisman ke Indonesia anjlok 5,28 persen dari 1,87 juta menjadi 1,77 juta. Itu disebabkan adanya penurunan perekonomian domestik di China.

"Oleh karena itu, ketika pertumbuhan ekonomi dunia melambat, susah bagi kita untuk mengandalkan dari luar. Jadi Indonesia harus lebih meningkatkan potensi dalam negeri," kata Suhariyanto.

Berita Populer