•   Jumat, 6 Desember 2019
MalangRaya

Olahan Pisang Dongkrak Sektor Pariwisata

( words)
Pekerja menyelesaikan pembuatan makanan ringan pisang di sebuah industri makanan ringan di Malang


SURABAYA PAGI, Malang- Bisa dikatakan benar bahwa bisnis makanan memang salah satu bisnis yang tidak akan pernah mati sampai kapanpun, karena seiring dengan pertambahan jumlah penduduk maka kuota kebutuhan akan makanan pun akan selalu cenderung meningkat. Salah satu bisnis makanan yang mengundang peluang besar adalah usaha olahan pisang. Sayangnya, usaha ini sering terkendalan kurangnya bahan baku.
Salah satu contohnya di Kota Batu. Seiring berkembangnya industri pengolahan keripik pisang di Kota Batu menyebabkan timbul adanya persaingan antar IKM untuk mendapatkan eksistensi produk. Kota Batu tidak termasuk sentra buah pisang sehingga mengakibatkan setiap IKM untuk mendapatkan bahan baku di Luar Kota yaitu Lumajang, Blitar dan Malang Selatan.
Pengambilan bahan baku dengan jarak yang jauh mengakibatkan waktu tunggu dan menghindari keterlambatan maka IKM melakukan pemesanan bahan baku buah pisang dalam kuantitas tinggi. Pemesanan dalam kuantitas tinggi dan tidak seimbang dengan permintaan konsumen mengakibatkan pembengkakan biaya.
Permintaan kuantitas bahan baku industri terkadang tidak mampu dipenuhi oleh pemasok sehingga industri menerima bahan baku sesuai pemasok. Hal tersebut mengakibatkan industri tidak mampu memenuhi permintaan konsumen. Oleh karena itu, diperlukan persediaan bahan baku yang tepat untuk menghindari kerugian, terhambatnya proses produksi, dan kehilangan konsumen.
Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, IKM makanan dan minuman (mamin) saja mencapai sekitar 150 ribu unit. Untuk itu, perlui ditingkatka budidaya tanaman pisang untuk memasok bahan baku.
Banyaknya IKM mamin tersebut tentunya menjadi potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Malang. Sisi lainnya adalah tantangan dalam menguatkan IKM mamin, baik secara produk, pemasaran maupun yang berhubungan dengan berbagai prasyarat yang ditentukan dalam aturan perdagangan dan industri.

Berita Populer