•   Selasa, 21 Januari 2020
Surabaya

Overpass Bundaran Satelit Dibuka

( words)
Dishub Kota Surabaya dan Satlantas Polrestabes Surabaya menerapkan rekayasa lalu lintas di persimpangan Jalan Mayjend Sungkono-HR Muhammad-akses tol Surabaya, Selasa (22/10) pukul 10.00 WIB. Pada sore hari, terjadi penumpukan arus lalu lintas alias macet.


Tambah Macet, Pengendara juga Bingung

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Sejak Selasa (23/10/2018) kemarin, overpass di Bundaran Setelit Surabaya difungsikan. Dishub Kota Surabaya dan Satlantas Polrestabes Surabaya melakukan rekayasa lalu lintas, guna mengurai kemacetan arus lalu lintas di kawasan Jalan Mayjen Sungkono dan HR Muhammad. Namun sejumlah pengendara, ternyata malah bingung dengan perubahan arus lalulintas.
------------
Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat menjelaskan pembukaan overpass ini berkaitan dengan penutupan Bundaran Satelit sisi barat dan timur, guna pembangunan underpass. Overpass difungsikan untuk beberapa jalur. Pertama, arus lalu lintas dari Jalan Mayjen Sungkono menuju ke Jalan Raya Kupang Indah.
Kedua, arus lalu lintas dari Jalan Raya Kupang Indah menuju ke Jalan HR Muhammad atau dari Jalan Raya Kupang Indah ke arah Tol Surabaya Gempol.
Ketiga, arus lalu lintas dari arah Tol menuju ke Raya Kupang Indah, atau dari arah Tol ke Jalan Mayjend Sungkono.
"Tadi bertahap ya (penutupan bundaran satelit sisi Barat dan Timur), karena memang simpang ini sangat rumit, ada lima traffic light. Jadi saat memindahkan harus bertahap karena pengguna belum terbiasa. Rekayasa lalu lintas kami arahkan bersama 50 petugas selama seminggu, karena setiap hari karakteristiknya berbeda setiap harinya," terang Irvan.
Setelah seminggu rekayasa arus lalu lintas dibantu pengarahan dari petugas, Dishub akan dipasang traffic cam yang otomatis merah dan hijaunya menyesuaikan panjang antrean kendaraan. Irvan melanjutkan pengalihan arus ini bersifat sementara, sampai underpass selesai.
Tambah Macet
Dari pantauan Surabaya Pagi pada saat jam pulang kantor sekitar pukul 17.00 WIB, akibat rekayasa lalu lintas ini justru daerah sekitar Bundaran Satelit macet. Bahkan, hanya dapat berjalan 10 km/jam untuk sepeda motor dengan kondisi padat merayap. Karena tidak sedikit pengguna jalan yang putar balik dan menyebabkan semakin macet. "Pulang kerja sudah capek, sekarang tambah capek karena macetnya tambah parah," cetus Dimas, salah seorang pengendara motor yang melintas.
Yayuk, pengendara lain juga mengeluh. Ia mengaku bingung dengan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan. "Jadi putar baliknya jauh mbak, makin macet pula, segera dirampungkan lah proyek (underpass) yang sudah lama mangkrak ini" ucap dia.
Dihari pertama rekayasa lalu lintas ini memang banyak pengendara yang masih bingung saat akan melintasi overpass. Baik pengendara dari Jalan HR Muhammad ke arah Tol Surabaya-Gempol maupun pengendara dari Mayjen Sungkono atau dari Tol Surabaya-Gempol, yang akan ke Jalan Kupang Indah. Tidak sedikit dari mereka bertanya pada petugas yang berjaga.
"Masih bingung ini kan hari pertama rekayasa arus lalu lintasnya. Biasanya putar lumayan dulu, baru nanti ke arah tol Surabaya Gempol. Kalau begini lebih pendek dan nggak terlalu macet. Untung tadi sempat nanya petugas yang berjaga, rambunya belum kelihatan," ucap Azis,.
Proyek Underpass
Pengalihan arus ini bersifat sementara, sampai underpass selesai. Sementara proyek jalan bawah tanah ini masih dalam pengerjaan. Seperti yang terlihat di lokasi, sebuah alat berat sedang mengeruk tanah untuk underpass. Proyek underpass sudah berjalan sejak 2017 akhir dan diperkirakan rampung 2019 awal nanti.
Kepala Teknik Proyek Under pas dari PT PP Persero tbk, Fikri Amrullah, menyampaikan saat ini proses underpass masih dalam tahap pengerukan tanah. Karena ditakutkan hujan, dan kualitas tanahnya belum bagus. "Awal tahun depan target finis pengerjaan underpass. Tapi target dalam waktu dekat seputar bundaran satelit kami bereskan," jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini para pekerja masih menunggu material pabrikan yang masih diproduksi. Nantinya material itu akan digunakan untuk menyusun struktur kontruksi dinding underpass. "Untuk targetnya akhir tahun ini selesai, kemungkinan operasionalnya awal tahun (2019) dengan estimasi di bulan Februari," jelasnya. Pada awal minggu ini Fikri mengaku masih melakukan fabrikasi pagar dan untuk pekerja Fikri menyebutkan masih sekitar 15 orang pekerja. n nov

Berita Populer