•   Sabtu, 14 Desember 2019
Bisnis Makro

OVO Dicerai Lippo, Begini Kenyataannya

( words)
Salah satu gerai yang menggunakan OVO sebagai alternative alat pembayaran non tunai. SP/ltd


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Sebagai perusahaan yang sukses menggaet banyak konsumen dengan layanan keuangan berbasis digitalnya.

Namun, belakangan ini banyak berita miring yang beredar mengenai OVO. Salah satunya berita pemutusan kerja sama antara OVO dan Lippo Group.

Bersama dengan pemegang saham lainnya, Lippo Group tetap merupakan bagian dari Ovo dan mendukung kemajuan Ovo.

OVO dirumorkan akan ditinggalkan oleh Lippo Group karena sudah tidak ada kecocokan diantara mereka dengan kebijakan marketing yang dijalankan Ovo.

Kendati demikian, rumor ini langsung ditepis oleh Adrian Suherman, Presiden Direktur Multipolar sekaligus Direktur Lippo Group. "Hal tersebut sepenuhnya rumor, sama sekali tidak benar dan tidak berdasarkan fakta. Sebagai pendiri Ovo kami sangat menyayangkan beredarnya rumor yang tidak benar tersebut," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (17/11).

Dia juga menjamin, Lippo Group akan terus mendukung kemajuan OVO guna meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air.

“Bersama para pemegang saham lain, kami tetap merupakan bagian dari OVO dan selalu mendukung kemajuan OVO, yang dalam dua tahun ini telah berkembang pesat menjadi perusahaan fintech e-money Indonesia, yang dapat menjadi kebanggaan nasional,” tuturnya.

“Kami berkomitmen terus mendukung upaya pemerintah, BI dan OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air,” tambah dia.

Hal senanda juga diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Visionet Internasional atau OVO, Karaniya Dharmasaputra, sudah membantah kabar tersebut. Menurutnya, OVO dan Lippo justru kini tengah fokus mengembangkan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Berita Populer