•   Selasa, 19 November 2019
Pemprov Jatim

Pabrik Kertas Jatim Sumbang 23% Industri Kertas Nasional

( words)
Gubernur Khofifah usai meninjau aktivitas pabrik kertas di kawasan Jasem, Ngoro, Mojokerto.


SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Hingga saat ini sisa bahan baku untuk pabrik kertas di Jatim hanya bisa untuk produksi 10 hari ke depan. Hal ini dikarenakan sebanyak 305 kontainer sampah kertas impor (bahan baku pabrik kertas red) tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Limbah kertas dari dalam negeri jumlahnya hanya 20% dari total kebutuhan bahan baku, jadi untuk memenuhi kebutuhan, pabrik mengimpor sampah kertas,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kemarin.

Lebih jauh Gubernur Khofifah menyatakan, pabrik kertas Jatim menyumbang 23% industri kertas nasional, jika sampai tidak berproduksi, akan mempengaruhi kebutuhan kertas nasional. Tertahannya ratusan kontainer bahan baku tersebut, menurut Khofifah, karena sebagian ada sampah plastik yang ikut tercampur di sampah kertas.

“Persoalan kandungan sampah plastik yang ada di kertas bekas impor, akan menjadi perhatian utama pabrik kertas, mereka punya solusi untuk mengatasinya,” imbuhnya.

Kondisi ini, menurut Khofifah, harus segera dicari solusinya agar industri kertas khususnya di Jatim tidak berhenti beroperasi. “Pabrik yang kita datangi kali ini, 100% bahan bakunya dari sampah kertas, kalau tidak bisa impor maka akan kesulitan produksi,” jelasnya.

Jatim akan berkoordinasi dengan KLHK dan Kementerian Perindustrian untuk mengatasi persoalan ini “Kita semua pasti menolak impor sampah plastik, tetapi bukan impor sampa kertas yang menjadi bahan baku pabrik kertas, untuk mencari solusi kami akan berkoordinasi dengan KLHK dan Kementerian Perindustrian," tandasnya. (arf)

Berita Populer