•   Rabu, 22 Januari 2020
Ekonomi China

Pak Kik Bio, Klenteng yang Mudah Di ingat Namanya.

( words)
Suasana di Kelenteng Pak Kik Bio yang hingga kini masih ramai orang bersembahyang. FotoSP/Indra


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dari beberapa Klenteng yang ada di Surabaya, mungkin nama Klenteng yang satu ini lebih mudah diucapkan. Yakni Pak Kik Bio atau orang-orang lebih familiar dengan sebutan Klenteng Jagalan. Ya, selain nama yang cenderung ke bahasa Indonesia, lokasinya pun mudah ditemukan, di Jalan Jagalan 74-76 Surabaya. Klenteng ini dibangun pada tanggal 8 April 1951 dan diresmikan pada 17 Juni 1952.

Saat masuk ke halaman depan, memang tidak begitu luas namun masih cukup menampung beberapa mobil dan sepeda motor. Tepat di tengah pintu klenteng ini akan dijumpai sebuah gentong besar yang biasa digunakan sebagai tempat dupa. Serta dua patung singa di sisi kanan dan kiri serambi. Bagian atapnya terdapat lampion merah berderet menggelantung.

Khong Jie, salah satu pengurus Klenteng mengatakan, jika setiap hari ramai orang bersembahyang, baik datang sendirian atau bersama keluarga. "Tapi yang paling ramai tentu saja hari Minggu karena ada persembahyangan pagi hari," katanya.

Meskipun tidak terlalu besar, Klenteng ini terus terjaga kebersihan dan kerapihannya. Di dalam nya terdapat sebuah tempat membakar kertas sembahyangan (Kim Lo) yang berada di tengah dikelilingi lilin-lilin merah khas orang Tionghoa.

Aroma dupa begitu kentara kala masuk semakin ke dalam klenteng ini. Dinding-dindingnya juga terderet beberapa pigora dan foto-foto kuno. Di sekitar altar pemujaan terdapat lilin, hiolo, botol air mineral, beberapa piring buah-buahan, lampu minyak, umbul-umbul, lampion serta lukisan timbul pada dinding-dindungnya.indra

Berita Populer