•   Rabu, 18 September 2019
Pendidikan

Pakde Karwo Terus Dorong Pendidikan Vokasi

( words)
Pakde Karwo dalam acara yang digelar di Gedung Grahadi, kemarin. Foto: SP/IST


SURABAYAPAGI.com - Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, salah satu tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah terkait Sumber Daya Manusia (SDM). Di era tersebut, industri tidak hanya membutuhkan SDM yang unggul namun juga memiliki skill atau keahlian sesuai kebutuhan industri. Untuk itu, pendidikan vokasi menjadi solusi dalam mengatasi hal tersebut.

“Di bidang vokasi ini, selain moratorium SMK di Jatim, kami juga mendorong link and match antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, sehingga lulusannya menjadi tenaga kerja sesuai yang dibutuhkan industri,” kata Gubernur Jatim Soekarwo saat menjadi keynote speaker Seminar Nasional Kompetensi SDM di Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, kemarin.

Menurutnya, link and match ini dilakukan dengan menyelaraskan kurikulum, pembentukan komite perdagangan, uji kompetensi bersama, pelatihan guru produktif serta tenaga ahli yang diperbantukan di SMK. Melalui langkah konkret ini, diharapkan para lulusan SMK memiliki wawasan dan sikap kompetitif seperti etika kerja, motivasi capaian dan penguasaan materi.

“Ini sudah kami lakukan salah satunya adanya perjanjian kerja sama antara Hotel Bumi Surabaya dengan SMKN 1 Buduran Sidoarjo, serta ada pelatihan bagi guru SMK kelistrikan dengan PT. Pembangkitan Jawa-Bali (PJB),” kata gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini.

Pemprov juga melakukan kemandirian dalam pengelolaan keuangan SMK dengan membentuk SMK Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Menurutnya, saat ini di Jatim ada 20 SMK mandiri dan berdaya saing. Dengan sistem ini, maka pendapatan SMK tersebut dapat menjadi remunerasi bagi guru-gurunya.

Di akhir sambutannya, Pakde berharap agar program vokasi ini dapat terus berjalan. “Ini sesuai tujuan negara untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandasnya.arf

Berita Populer