•   Jumat, 10 April 2020
Surabaya

Pakde Usul Bangun Pusat Data Terpadu

( words)
Pakde Karwo Gubernur Jawa Timur ketika menyampaikan sambutan dan usulannya di hadapan jajaran BUMD Jatim, Rabu (30/1/2019) malam. Foto: SP/IST


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengusulkan adanya pembangunan Data Center Indonesia Incorporate. Langkah ini sebagai langkah revolusi data dalam era digital 4.0. Usulan tersebut disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat menggelar acara Silaturahmi dengan Jajaran BUMD Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (30/1) malam.
Pakde Karwo yang hadir bersama Nina Soekarwo, itu menjelaskan, konsep yang ditawarkan tersebut bukan berbentuk mall pelayanan publik. Tetapi lebih menawarkan soal data-data. “Nanti bisa akan ada Dinas Pendapatan Bidang Penjualan Data dengan adanya Data Center Indonesia Incorporate,” ujar Pakde Karwo.
Lebih lanjut Pakde Karwo menjelaskan, Data Center Indonesia Incorporate ini perlu dilakukan karena saat ini Indonesia, termasuk Jatim memasuki dunia baru, sehingga semua melakukan proses digitalisasi. Data Center ini bisa menghasilkan keuangan dengan menjual data yang bisa dipertanggungjawabkan, daripada memperoleh laporan penyelia yang bisa terjadi fraud (kecurangan).
“Karena orang ketemu orang itu bisa menimbulkan bahaya. Jadi bukan penataan terhadap struktur, tetapi perubahan struktur baru di dalam sistem trading industri,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Pakde Karwo mengapresiasi para pelaku usaha yang menerapkan good corporate governance, yakni satu model manajemen swasta yang dilakukan.
Menurunya, saat ini terdapat perubahan besar, bukan saja perusahaan menawarkan sesuatu dengan marketing yang kuat, tetapi sebuah perusahaan harusnya mengecek permintaan seperti apa. “Itu yang dinamakan supply chain. Justru yang menjadi bagian permintaan itu bukan penawaran atas produk-produknya,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, istri Gubernur Jatim Nina Soekarwo, mengatakan, 10 tahun mendampingi Gubernur Jatim, banyak hal yang telah diperoleh. Hal ini merupakan kebanggaan dan kebahagiaan untuk bisa berbakti kepada masyarakat Jatim. “Kalau di birokrasi bukan 10 tahun, tetapi sejak tahun 1979 sampai 2019,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Jatim ragamnya banyak, tetapi akur, rukun, dan bahkan guyub. Dalam hal ini, Pakde Karwo dipilih menjadi Gubernur Jatim di waktu yang tepat.
“Tidak akan sebaik ini provinsi tanpa peran dari semua pihak., termasuk keluarga. Tanpa support keluarga tidak akan bisa menghasilkan kinerja yang luar biasa,” jelasnya.

Berita Populer