•   Senin, 24 Februari 2020
Internasional

Pakistan dan India Kembali Memanas

( words)
Menteri Luar Negeri Pakistan, Khawaja Asif


Kepala militer India Jenderal Bipin Rawat, mengatakan pasukannya siap menyeberangi perbatasan untuk melakukan tindakan bila diminta pemerintah India.
Pakistan mengecam sebuah pernyataan dari kepala militer India pada Sabtu (13/01). Pakistan menilai pernyataan militer Indonesia itu sama dengan ”undangan adu nuklir”.
"Bila kami benar-benar harus menghadapi pihak Pakistan, dan kami diberikan tugas, kami tidak mengatakan tidak mau menyeberangi perbatasan karena mereka memiliki senjata nuklir. Kami harus mengabaikan itu," kata Rawat seperti dikutip koran Hindustan Times.
Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif mengatakan pernyataan itu "sangat tidak bertanggung jawab".
"Statement dari Kepala Militer India sangat tidak pantas. Tampak seperti sebuah ajakan adu nuklir. Bila itu yang mereka inginkan, mereka boleh menantang kami. Keraguan sang jenderal akan hilang, inshallah," cuit Asif di Twitter.
Menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, pernyataan Rawat itu menggambarkan pola pikir sinis India.
"Pakistan sudah menunjukkan bisa menangkis serangan. Isu ini tidak boleh dianggap enteng. Jangan sampai terjadi kecelakaan karena salah perhitungan. Pakistan mampu membela diri sendiri," kata Mohammad Faisal, juru bicara kementerian.
Militer Pakistan juga menanggapi adu pernyataan itu dan mengatakan mereka adalah negara nuklir yang bertanggung jawab.
"Kami adalah militer yang profesional, negara nuklir yang bertanggung jawab, dan bangsa yang tabah. India harus paham itu," kata Mayor Jenderal Asif Ghafoor, juru bicara militer Pakistan, kepada stasiun PTV World.
Dia juga mengatakan Pakistan memiliki kekuatan nuklir yang kredibel, khusus untuk "ancaman dari timur," mengacu pada perbatasan timur dengan India. 02

Berita Populer