Pandemi Corona Sebabkan 500 Ribu Warga AS Pengangguran

SURABAYAPAGI.com, New York - Pandemi virus corona tidak hanya merenggut puluhan ribu nyawa di seluruh dunia, ekonomi global juga rontok dibuatnya. Bahkan negara-negara terkaya di dunia tidak bisa lolos dari dampak merusak corona terhadap ekonomi.

Wali Kota New York, Amerika Serikat (AS), Bill de Blasio, memperkirakan ada 500 ribu warganya yang menjadi pengangguran karena imbas pandemi virus corona (Covid-19). Ini karena banyak bisnis atau usaha dan juga sekolah yang terpaksa tutup, untuk mencegah penyebaran virus ini.

Di Amerika Serikat, negara dengan ekonomi terbesar di dunia, Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa minggu kemarin lebih dari 3 juta orang mendaftar program jaminan sosial untuk pengangguran. Angkat tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah Negeri Paman Sam dan masih sangat mungkin bertambah.

Melesatnya angka pengangguran disebabkan banyaknya usaha yang dipaksa tutup demi mencegah penyebaran virus corona. Saat ini hampir setengah Amerika Serikat berada dalam kondisi lockdown.

Dilansir dari cnbc internasional, "Ini hanya data sementara, sayangnya bisa makin buruk lagi. Jadi perkiraan sementara kami, ada paling tidak setengah juta warga New York yang menjadi pengangguran," kata Blasio, Jumat (27/3/2020).

Departemen Tenaga Kerja AS menyebutkan klaim tunjangan pengangguran pekan lalu melesat menjadi 3,28 juta orang, tertinggi sejak Depresi Akbar sebanyak 695.000. Namun, angka itu masih lebih baik dari estimasi pasar. Citi Bank misalnya memperkirakan angkanya akan tembus 4 juta.

Senat AS sendiri telah meloloskan paket stimulus fiskal US$ 2 triliun untuk membantu warga AS menghadapi pandemi virus corona. Namun menurut Blasio, uang tersebut tidak cukup untuk membantu kota New York, sebagai epicentrum penyebaran virus corona di AS.

Dalam undang-undang stimulus itu, New York akan mendapatkan US$ 5 miliar, dan ini dinilai tidak cukup. Angka ini tidak cukup untuk menutup kehilangan penerimaan pajak di kota tersebut.

Sejauh ini, sudah 21.800 orang di New York yang positif terinfeksi virus corona, dan sudah 281 orang yang meninggal. Ada 20 ribu tempat tidur di rumah sakit kota itu, namun Blasio mengatakan kurang dan membutuhkan tiga kali lipat dari jumlah yang ada.(cnbc/jpnn/cr-02/dsy)