Pangkas Target Pertumbuhan Ekonomi

SURABAYAPAGI.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte akhirnya menandatangani anggaran negaranya sebesar 3,7 triliun peso atau sekitar US$ 71,5 miliar untuk tahun 2019 ini. Pengesahan anggaran tersebut molor selama bulan-bulan yang memaksa negara tersebut untuk memotong target pertumbuhannya.
Filipina pada bulan lalu memangkas target pertumbuhan untuk tahun 2019 menjadi 6 persen sampai 7 persen. Padahal sebelumnya, negara kepulauan ini memiliki target pertumbuhan ekonomi di kisaran 7 persen hingga 8 persen.
Pemangkasan target tersebut mencerminkan tidak adanya anggaran baru sekaligus menguatnya dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China bagi ekonomi Filipina.
Untuk mengesahkan anggaran tahun 2019, Durtete juga memveto alokasi sebesar US$ 1,8 miliar.
Pengesahan anggaran Filipina tertunda selama berbulan-bulan akibat perselisihan di antara anggota legislatif negara tersebut.
Filipina sendiri merupakan salah satu negara di Asia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Pada 2022, pertumbuhan ekonomi Filipina diprediksi akan mantap di kisaran 7 persen sampai 8 persen dengan ditopang oleh pembangunan infrastruktur secara besar-besaran.