•   Jumat, 22 November 2019
KabarPartaiPolitik

Parpol Hanya Cari Kekuasaan

( words)


SURABAYAPAGI.com - Fenomena koalisi parpol pasca Pilpres yang kerap berubah, mengindikasikan parpol-parpol saat ini cenderung pragmatis. Setidaknya ini terlihat dari maneuver Demokrat dan PAN usai Pilpres 2019 yang dimenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Padahal, dua parpol ini masih menjadi bagian dari koalisi Prabowo-Sandiaga. Pengamat politik menilai koalisi parpol yang dibentuk baik saat pemilu maupun di parlemen, tidak ada yang permanen. Pasalnya, parpol-parpol acap kali bergerak mengikuti arah angin politik. Demikian diungkapkan Peneliti politik dari Surabaya Survei Center (SSC) Surokhim Abdus Salam, Pengamat politik dari FISIP Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo dan budayawan Prof Tjuk Sukiadi.
Surokhim misalnya, menyebut hanya ada tiga parpol yang punya konsistensi menjaga sikap politiknya. Tiga parpol itu antara lain PDI Perjuangan, Gerindra dan PKS. Selain ketiga partai itu, khususnya partai-partai nasionalis, cenderung melihat arah bandul politik bergerak ke arah mana.
"Selain itu, keluar masuk koalisi sejatinya bukan investasi politik yang bermanfaat untuk sebuah partai," sebut dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura ini, Minggu (9/6) kemarin.
Hal senada juga disampaikan Suko Widodo. Bahkan menurutnya, tidak ada satu pun parpol di Indonesia yang mendasarkan sikap politiknya dengan idealisme. Semua partai termasuk PDIP dan Gerindra, sebut Suko, adalah partai-partai yang mengedepankan kekuasaan sebagai landasan sikap politik alias pragmatis.
"Dalam konteks sekarang ini, semua partai sama saja, pragmatis. Mereka hanya berpikir bagaimana bisa mendapat jatah kekuasaan," tandasnya..
Sementara itu, Tjuk Sukiadi mengatakan politik Indonesia yang sarat dengan pragmatisme dan oportunis sudah terjadi sejak Orde Baru. “PAN dan Demokrat memang pragmatis dan oportunis. Hal itu doktrinan zaman pemerintahan Soeharto. Pak Harto lah yang mengajarkan kita pragmatis. Kalau Bung Karno pemikirannya jauh ke depan," ungkap Tjuk. n

Berita Populer