Pasar Kapasan Tutup, Pedagang Kelimpungan

Upaya 1.500 Pedagang Pasar Kapasan dan 1.500 Pedagang PGS untuk Mencari Uang setelah Tempat Usahanya Ditutup 14 Hari karena 5 Orang Positif Covid-19. PD Pasar Surya dan Pemerintah Kota Surabaya Dituntut Memikirkan Sekaligus Bertanggungjawab Nasib Pedagang, Pegawai dan Para Kuli Panggul

SURABAYA PAGI, Surabaya – Baik PD Pasar Surya beserta Pemerintah Kota Surabaya, dituntut ikut memikirkan dan bertanggungjawab atas nasib para pedagang, para pegawai dan para kuli panggul Pasar Kapasan dan Pusat Grosir Surabaya (PGS), yang kini tak bisa mencari uang. Ini karena Pasar Kapasan dan PGS ditutup selama 14 hari akibat Kepala Pasar Kapasan dan 4 Orang Pedagang PGS positif virus Corona (Covid-19). Kini di Pasar Kapasan yang memiliki 1.500 pedagang, pegawai, dan kuli panggul serta 1.500 pedagang di PGS, kehilangan mata pencariannya.

Demikian liputan tim Surabaya Pagi yang menghubungi beberapa pedagang di Pasar Kapasan, Manajemen Pusat Grosir Surabaya, PD Pasar Surya, Perwakilan Satgas Covid-19 Surabaya dan anggota DPRD Surabaya secara terpisah, Minggu (5/4/2020).

Afandi, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kapasan (HPPK) mengatakan saat ini ada sekitar 1.500 pedagang, pegawai, dan kuli panggul di Pasar Kapasan. Mereka sedang bingung bagaimana mendapatkan uang selama pasar Kapasan ditutup.

“Yang jelas kami ingin PD Pasar Surya dan Pemerintah Kota Surabaya, ikut bertanggung jawab. Kami ingin para pegawai yang berkontak dengan terjangkit dilakukan rapid rest. Lalu kami juga ingin PD Pasar Surya menghapus uang kebersihan, keamanan, dan listrik selama pasar di tutup. Saya yakin bahwa pertemuan ini nihil solusi?, apa daya kami selaku rakyat kecil. Tapi tolong di ingat bila sekarang ada 1.500 orang kecil yang kebingungan mencari nafkah selama pasar ditutup" keluhnya.

Semua Stan Harus Tutup
Kebingungan Afandi ini terjadi seperti beberapa pedagang yang ditemui Surabaya Pagi di lokasi Pasar Kapasan Minggu (5/4/2020). Dari pantauan Surabaya Pagi di lokasi, terlihat sepi setelah ditutup sementara oleh PD Pasar Surya. Tidak ada satu pun kios yang buka, begitu juga dengan pengunjung yang tidak satu pun hari ini ke Pasar Kapasan. Hanya beberapa pedagang yang berusaha mengambil beberapa barang dagangannya.

"Kita ini khan bingung mas. Sejak kemarin, kita mau ambil barang saja susah. Harusnya bukan ditutup, tapi dilakukan saja tes corona seluruh pedagang. Apalagi infonya hanya satu orang. Lebih baik dilakukan penindakan saja, jangan ditutup,” keluh Zaenal, salah satu orang yang ditugasi menjaga toko emas yang ditutup agar barang dagangan di dalam kios tetap aman.

Zaenal juga menambahkan, seluruh pedagang juga menolak atas ditutupnya Pasar Kapasan meskipun hanya sementara. Pasalnya, dengan kondisi ditutup seperti ini, mereka mau cari uang dari mana lagi. Toko emas yang saya jaga disini saja, pasti kerugiannya banyak. Apalagi pedagang yang menjual sehari-hari. Harus tutup 2 minggu,” tambahnya.

Sementara, Husain, salah satu pedagang yang sempat ditemui juga terlihat sedikit kecewa dan emosi, saat PD Pasar harus menutup aktivitas Pasar Kapasan selama 14 hari yang tertuang dalam surat SU-758/01/IV/2020, tertanggal 3 April 2020.

“Bukan kami tidak takut virus corona, tapi anak istri kami butuh makan. Kalau ditutup ya harus ada solusi dari pemerintah. Selama 14 hari kami makan apa? Jualan saja tidak bisa,” ungkap Husain dengan nada kesal.

Pedagang Diberi Keringanan
Di tempat yang sama, Jono salah satu tukang becak yang berada di depan Pasar Kapasan juga merasakan dampak dari tutupnya Pasar ini. Dirinya mengaku belum mendapatkan pelanggan hari ini. "Sebelum ditutup saya masih bisa dapat 1-5 penumpang per hari baik itu pengunjung ataupun pedagang. Tapi sampai siang ini saya belum dapat penumpang." ujarnya saat diwawancarai pada waktu yang sama.

Sementara itu, Wachid salah satu warga sekitar yang saat itu sedang berada bersama Jono. Wachid mengaku juga ikut terdampak penutupan ini karena dia biasanya juga menjadi pengunjung Pasar Kapasan. Dirinya juga berharap adanya kebijakan lebih lanjut dari pemerintah agar meringankan beban pedagang. "Harusnya ada solusi dari pemerintah, jangan cuma ditutup saja. Misalnya ada bantuan tunai untuk pedagang, atau biaya sewa kios digratiskan gitu." ujarnya.

Butuh Dana Rp 1 Miliar
Terpisah, Muhibbudin, Plt. Direktur PD Pasar Surya yang berusaha menghindar saat ditemui Surabaya Pagi, masih belum berani mengambil keputusan untuk membuat kebijakan terkait nasib pedagang Pasar Kapasan yang terancam kehilangan mata pencahariannya selama 14 hari. Menurutnya, ia akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada Pemkot.

"Saya tidak bisa mengambil keputusan. Untuk rapid rest harus menunggu Dinas Kesehatan dan instruksi Pemerintah Kota, lalu untuk pembebasan biaya saya harus berkonsul tadi dengan bagian keuangan, mungkin hanya pemotongan biaya tidak sampai pembebasan. Intinya menunggu keputusan dan instruksi Pemerintah Kota. Hal-hal yang bisa dilakukan hanya melakukan isolasi pasar selama 14 hari," jelas Muhibbudin.

Bila dihitung secara kasar, Pemerintah Kota harus menyiapkan dana sekitar Rp 1 Miliyar. Uang tersebut untuk membayar ganti rugi pemasukan seluruh pedagang, pegawai dan kuli panggul selama 14 hari penutupan Pasar Kapasan. Rincian Rp 1 Miliar itu, estimasi setiap harinya pegawai mendapatkan imbalan antara Rp 45ribu sampai Rp 50ribu. Sedangkan kuli panggul berkisar Rp 50ribu sampai Rp 100ribu. nadt/alq/byt