Pasar Sepi Karena Bau Menyengat

SURABAYAPAGI.com - Kondisi Pasar Keputran Selatan yang terletak di Jalan Raya Dinoyo Keputran Tegalsari Surabaya semakin hari semakin miris. Meski penjual kebutuhan pokok seperti sayur, buah-buahan dan jagung melakukan terobosan untuk berjualan di pinggir jalan raya, berharap menarik para pembeli, sayangnya tetap saja tidak ada perubahan bahkan dagangannya sepi pengunjung.
Pedagang jagung yang biasa dipanggil Amdan mengaku dagangannya sepi pembeli. Dikatakannya, para pembeli lebih memilih untuk membeli kebutuhannya ke Pasar Keputran Utara yang ada di sebelah. "Disini sepi, banyak orang yang membeli di pasar sebelah karena lebih lengkap dan mungkin juga karena baunya pasar yang ada di dalam," ucapnya sambil menurunkan dagangannya, Selasa (9/4).
Kata dia, Pasar Keputran Utara yang pada malam hari yang juga berjualan di pinggir jalan biasanya mulai jam 9 malam lebih ramai daripada yang ada di dalam. Apalagi jika dibandingkan dengan Pasar Keputran Selatan ini, yang tidak signifikan pembelinya untuk membeli dagangan di sini.
Berdasarkan pantauan Surabaya Pagi saat menelusuri ke dalam Pasar Keputran Selatan, memang pasar yang di dalam tersebut digunakan untuk proses potong unggas baik itu ayam maupun bebek. Selain itu juga digunakan untuk proses pembuatan bumbu.
Pasar ini pun tidak begitu luas, di sekitarnya dipagari dengan pembatas seng dan di dalam pasar rata-rata digunakan untuk berjualan ayam, bebek dan bumbu termasuk proses potong ayamnya.
Ibu yang berjualan minuman dan makanan sebut saja namanya Siti mengaku keadaan pasar disini dikatakan pasar setengah hidup setengah mati."Pasar ini semakin hari semakin sepi," ungkapnya.n her