•   Jumat, 13 Desember 2019
Peristiwa Kriminal

Pasca Bom Medan, Driver Ojol di Jombang Dilarang Masuk di Lingkup TNI-Polri

( words)
Para pengemudi ojol saat menunggu orderan. (SP/M. Yusuf)


SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Peristiwa ledakan yang diduga bom bunuh diri di Polrestabes Medan yang terjadi pafa tadi pagi, membuat seluruh jajaran kepolisian meningkatkan keamanan, termasuk di Polres Jombang.

Sesuai dengan standar operasional program (SOP) keamanan, untuk pengemudi ojek online (ojol) dilarang memasuki area Polres Jombang.

Pengemudi Ojol, Suhartanto (37), warga Dusun Kemuning, Desa Tanggungan, Kecamatan Gudo, Jombang, mengatakan, bahwa dari grup komunitas ojol ada himbauan dari TNI-Polri disuruh mengikuti SOP yang ada.

"Jadi di grup komunitas kami memang ada himbauan soal itu. Jadi kami menerapkan himbauan dari Kapolres Jombang," katanya, di sela-sela bekerja, Rabu (13/11/2019).

Tanto menjelaskan, bahwa saat ini yang diperketat hanya TNI-Polri, sedang di instansi lain tidak. Setiap dapat order entah itu penumoang, food atau ekspres, driver ojol disuruh menunggu di luar.

"Untuk dampak bagi driver ojol di Jombang pasti ada ya. Tapi sampai saat ini Alhamdulillah masih lancar. Ya semoga besok, lusa terus lancar dan tidak ada dampak dari peristiwa di Medan," jelas bapak satu anak ini.

Image
Tanto berharap, masyarakat dan pelanggan tidak perlu khawatir kepada driver ojol. Karena peristiwa bom di Medan tadi pagi belum tentu pelaku benar-benar sebagai driver ojol.

"Kan kita juga belum tahu ya, apakah itu ojek online atau bukan. Kan masih diduga ya. Ya intinya, kami para driver ojek online bukan teroris," tukasnya.

Sementara, senada dengan Tanto, driver ojol lainnya, Muhammad Arif (35), warga Mojongapit menegaskan, kalau untuk mengantar makanan maupun menjemput di Polres Jombang untuk saat ini tidak bisa masuk kedalam.

"Hanya bisa menunggu di depan Polres Jombang saja. Kalau oknum yang melakukan itu beda dengan saya. Saya niatnya memang untuk bekerja," tegasnya.

Menurut Arif, saat di depan Polres Jombang, dirinya menghubungi customer untuk keluar. "Nanti kita hubungi customer untuk mendatangi kami. Tapi di instansi lainnya masih tetap bisa kita antarkan sampai ke lokasi tujuan," pungkasnya. (suf)

Berita Populer