•   Sabtu, 14 Desember 2019
Ekonomi China

PBOC Kembali Pangkas Suku Bunga, Kali Ini Jadi 2,5%

( words)
Markas besar Bank Sentral China. SP/cit


SURABAYAPAGI.COM,Beijing - PBOC memangkas suku bunga 7-Days Reverse Repurchase Rate menjadi 2,5% dari 2,55%. Hal ini dilakukan oleh PBOC secara tidak terduga memangkas suku bunga pinjaman antarbank untuk pertama kalinya sejak Oktober 2015.

Keputusan tersebut diambil hanya berselang dua minggu setelah PBOC memangkas biaya pinjaman untuk medium-term lending facility (MLF), yang digunakan oleh bank untuk kebutuhan pendanaan yang lebih lama dengan margin yang sama.

Selain itu pemangkasan ini diambil untuk mendukung pasar obligasi China.

Bahkan, Bank sentral juga menyuntikkan dana sebesar180 miliar yuan atau senilai US$26 miliar ke dalam sistem keuangan melalui operasi pasar terbuka guna membantu meringankan kekhawatiran likuiditas.

Kebijakan ini diikuti dengan penurunan imbal hasil utang pemerintah bertenor 10 tahun sebesar 4 basis poin menjadi 3,2%, level terendah dalam sebulan, sedangkan Shanghai Composite Index membalikkan kerugian menjadi 0,2%. Yuan melemah 0,1% terhadap dolar AS.

Penyesuaian dari bank sentral ini menandakan kelanjutan dari kebijakan stimulus yang telah diadopsi pembuat kebijakan, bahkan di tengah meningkatnya bukti bahwa pertumbuhan ekonomi akan turun di bawah 6% tahun depan.

Pemangkasan keduanya meningkatkan kemungkinan Bank Sentral China untuk memangkas suku bunga pinjaman baru (LPR), di mana banyak digunakan pemberi pinjaman sebagai basis penetapan bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Menurut analis, pemangkasan tak terduga yang dilakukan pada Senin (18/11) itu menunjukkan bahwa bank sentral berupaya meredakan kekhawatiran investor bahwa inflasi ritel yang lebih tinggi akan mencegahnya memberikan stimulus baru.

Berita Populer